Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Kasus Amplop Bowo Sidik Bukti Rusaknya Revolusi Mental

RABU, 10 APRIL 2019 | 16:28 WIB | LAPORAN:

Kasus suap distribusi pupuk yang uangnya akan dijadikan untuk serangan fajar Pemilu 2019 harus diselesaikan secara tuntas.

Bila dalam perkembangannya memang ada elite-elite politik terlibat maka patut dipertanyakan program revolusi mental yang dulu digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Biar hukum yang membuktikan. Kalau ini benar, rusak sudah revolusi mental karena yang dekat sama Pak Jokowi bermental merusak," jelas pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/3).


Lanjutnya, bila menyeret sejumlah elite politik maka benar jika kasus suap itu dalam rangka menyiapkan amplop untuk serangan fajar kepada calon pemilih. Hal itu dapat merusak kualitas demokrasi Indonesia.

"Menyiapkan amplop untuk memenangkan elektoral. Vote buying itu jelas merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Membuat pemilu kita berbiaya mahal, mestinya pemilu berbiaya murah. Kalau sudah beli suara ujungnya sudah pasti korupsi, merusak kualitas demokrasi kita," papar Pangi yang juga direktur Voxpoll Center Research and Consulting.

Terbaru, Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Nusron Wahid disebut rekan separtainya Bowo Sidik Pangarso yang telah menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Bowo Sidik mengaku mendapat perintah dari Nusron menyiapkan uang untuk serangan fajar sebanyak 400 ribu amplop dengan jumlah total Rp 8 miliar.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya