Berita

Usman Hamid (tengah)/RMOL

Politik

Tiongkok Negara Paling Banyak Mengeksekusi Mati Terpidana

RABU, 10 APRIL 2019 | 15:54 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sebanyak 690 eksekusi mati terhadap terpidana terjadi di 20 negara selama tahun 2018. Jumlah ini turun 31 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 993 kasus.

Begitu kata Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid kepada wartawan di kantornya, HDI Five, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4).

“Angka 2018 ini merupakan jumlah terendah yang dicatat oleh Amnesty International,” jelasnya.


Dia menguraikan bahwa negara yang paling banyak dan sering mengeksekusi mati terpidana adalah Tiongkok kemudian diikuti, Iran, Arab Saudi, Vietnam, dan Irak.

Jumlah eksekusi mati di Tiongkok tidak termasuk dalam daftar 690 kasus yang dicatat Amnesty Internasional. Tapi diprediksi angkanya mencapai ribuan.

“Tiongkok tetap menjadi pelaku eksekusi mati terbanyak di dunia. Informasi (eksekusi) ini diklasifikasikan sebagai rahasia negara,” tegasnya.

Sementara khusus di Asia Pasifik, tanpa Tiongkok, jumlah eksekusi mati mencapai 136 kasus. Angka ini lebih banyak ketimbang tahun 2017 yang berkisar 93 kasus.

Peningkatan terjadi karena otoritas Vietnam mulai membuka data tentang eksekusi mati.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya