Berita

Peringatan dua tahun penyerangan novel/Net

Politik

Ribuan Pegiat Anti Korupsi Bakal Padati Gedung KPK

RABU, 10 APRIL 2019 | 12:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tragedi penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akan genap berusia dua tahun pada Kamis (11/4).

Namun, upaya penuntasan kasus ini belum menemui titik terang. Pelaku penyerangan Novel masih tak kunjung terungkap.

"Tragedi penyiraman terhadap Novel Baswedan salah seorang penyidik senior KPK yang telah mengungkap banyak kasus di negeri ini menginjak tahun ke-2. Selama itu pula pelaku yang menyiram air keras belum tertangkap," kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/4).


Yudi menjelaskan bahwa pasca Novel diserang oleh orang tidak bertanggung jawab, maka semenjak itu pula rentetan teror terhadap KPK terjadi. Mulai dari teror terhadap rumah pimpinan KPK hingga penganiayaan pegawai KPK

"Namun setali tiga uang, tetap tidak terungkap. Untuk itulah besok, ribuan masyarakat Indonesia yang anti korupsi yang terdiri dari Koalisi Masyarakat Sipil, tokoh nasional, budayawan, serikat buruh, serikat karyawan, musisi, gerakan mahasiswa dan lainnya akan mendatangi KPK mulai pagi hingga malam untuk menyatakan dukungan kepada KPK agar terus memberantas korupsi," beber Yudi.

Lebih lanjut, WP-KPK akan terus menyuarakan penuntasan kasus Novel Baswedan jika tidak segera menemukan titik terang. Apalagi jika pemerintah seolah lebih memilih bungkam.

Tuntutan pegawai KPK tetap, yaitu meminta presiden untuk mau membentuk TGPF Independen di bawah presiden sebagai bentuk komitmen dalam memberantas korupsi di negeri ini.

“Sekaligus solusi bahwa satu-satunya cara menghentikan teror kepada KPK adalah menangkap pelaku terornya," demikian Yudi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya