Berita

Keranda akasi Gerakan Indonesia Bersih untuk Perubahan/Net

Politik

Peringatan 2 Tahun Kasus Novel Baswedan Disebut-sebut Bermuatan Politik

SELASA, 09 APRIL 2019 | 15:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Gerakan Indonesia Bersih untuk Perubahan meyakini peringatan 2 tahun kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan pada 11 April 2019 bakal dijadikan alat kampanye.

Koordinator aksi Gerakan Indonesia Bersih untuk Perubahan, Ikhwan menyebutkan, acara 2 tahun kasus Novel bakal ditarik-tarik ke ranah politik, seperti acara salat subuh berjemaah yang bertajuk "Solidaritas Penegakan Hukum untuk Novel Baswedan" yang akan dilakukan mengawali peringatan 2 tahun kasus Novel.

"Orang awam juga sudah tahu, acara itu justru jadi alat kampanye untuk menyerang Jokowi. Padahal kasus itu sudah masuk ranah Polri," kata Ikhwan saat berunjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4/).


Dalam aksinya, massa juga membawa keranda mayat sebagai simbol KPK mati rasa lantaran terkontaminasi politik praktis, serta diramaikan alunan musik rebana.

Menurut Ikhwan, peringatan 2 tahun Novel hanya jadi syahwat perebutan kekuasaan politik dalam hal ini Pilpres 2019. Dia menuding ada penumpang gelap memanfaatkan kasus Novel sebagai isu politik demi menyerang Jokowi.

Mereka menyerukan agar Novel untuk stop bermain politik. Mengingat dia disinyalir mulai menguatkan narasi guna konstruksikan rakyat berpikir negatif di momen 2 tahun kasus teror terhadapnya yang jatuh pada 11 April nanti.

"Jangan berpolitik, KPK bukan lembaga politik. Kalau ingin berpolitik gabung ke parpol," tegasnya Ikhwan.

Dia menambahkan tindakan menyeret institusi KPK secara tersirat ke pusaran politik, bertanda buruk bagi eksistensi KPK, karena lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu bakal berhadapan dengan gelombang massa.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya