Berita

PDIP-Gerindra/Net

Politik

PEMILU 2019

Pengamat Politik: Gerindra Masih Berpeluang Salip PDIP

SELASA, 09 APRIL 2019 | 14:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peluang Partai Gerindra untuk menyalip PDI Perjuangan pada Pemilu serentak 2019 masih terbuka lebar.

Pasalnya, meskipun kedua partai diprediksi mendapatkan efek ekor jas dari Pilpres, namun terdapat perbedaan perolehan efek yang cukup mencolok di antaranya.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman kepada redaksi, Selasa (9/4).


Pertama, pengaruh dari Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sebagai ketum Gerindra. Perbedaan ini yang cukup menguntungkan bagi partai bernomor urut 2 itu.

"Karena tingginya elektabiktas Prabowo membawa dampak positif langsung bagi Gerindra," sebut Jajat Nurjaman.

Sementara itu, elektabitas petahana Joko Widodo tidak memberi pengaruh yang signifikan bagi PDIP pada pemilu kali ini.

"Bahkan beberapa waktu lalu beredar video tentang pengakuan dari pendukung Jokowi jika kali ini pengaruh Jokowi tidak begitu besar sehingga berimbas kepada PDIP," tutur Jajat Nurjaman.

Kedua, Gerindra pandai memanfaatkan potensi dalam berkampanye terutama melalui media sosial baik Facebook, Twitter, Instagram ataupun Youtube.

Selain karena Gerindra mendominasi pembicaraan di ranah digital, di sisi lain sulitnya mendapatkan informasi tentang berbagai kegiatan paslon 02 Prabowo-Sandi yang tidak ditampilkan di media maka alternatif lainnya publik mencari informasi salah satunya Gerindra TV.

Menurut Jajat Nurjaman, dalam era yang serba cepat seperti sekarang ini masyarakat kerap memafaatkan media sosial untuk mencari berbagai informasi, untuk itu siapa yang mampu menguasai media sosial maka akan semakin menarik perhatian masyarakat.

"Untuk diketahui, hingga saat ini hanya Gerindra yang sangat konsisten memanfaatkan media sosial untuk berkampanye sehingga peluangnya untuk menjadi jawara pemilu 2019 semakin terbuka lebar," tutupnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya