Berita

PM Israel Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Analis Politik Israel Sebut Wacana Aneksasi Tepi Barat Netanyahu Sebatas 'Gimmick' Politik

SENIN, 08 APRIL 2019 | 15:11 WIB

Wacana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut akan menganeksasi wilayah Tepi Barat jika kembali terpilih dalam Pemilu 9 April dinilai sulit terealisasi.

Analis Politik Israel Mitchell Barak menyebutkan, wacana Netanyahu tersebut tidak lebih dari sekadar janji politik demi meraup suara dalam pemilihan nanti.

"Semua yang terjadi dalam pemilihan umum, akan tetap dalam pemilihan umum. Saya tidak berpikir ia (Netanyahu) memiliki niat yang nyata (soal aneksasi). Kita semua tidak tahu. Mustahil itu akan menjadi satu kebijakan," kata Barack, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (8/4).


"Jika (pemilih) merasa ia serius pada wacana ini, tentu mereka akan memilihnya. Tapi itu tidak lebih dari sekadar gimmick politik saat ini," imbuhnya.

Di sisi lain, wacana yang dilontarkan oleh Netanyahu akan tetap dianggap serius oleh banyak warga Palestina. Hal ini pula yang dipikirkan oleh Aida Touma-Suleiman, anggota Parlemen Israel (Knesset) dari Partai Arab, Haddash Ta'al.

Aida mencontohkan ketika Netanyahu menghadapi Pemilu tahun 2015 silam. Saat ini, kata Aida, Netanyahu berjanji tidak akan pernah mendirikan negara Palestina jika kembali terpilih.

Sejak saat itu, terang Aida, Netanyahu benar-benar melakukan apa yang ia janjikan, termasuk tidak berniat menjalankan solusi dua negara.

"Semua orang berpikir itu hanya janji politik. Tapi dalam empat tahun ini dia secara bertahap mewujudkan misi yang diungkapkannya. Menurut saya, ia akan benar-benar mencaplok permukiman (di Tepi Barat)," tutur Aida.

Aida menambahkan, ia berharap ada alternatif lain yang akan dipilih warga Israel dalam Pemilu nanti selain Netanyahu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Beruang di Istana

Kamis, 30 April 2026 | 12:14

Rincian 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp116 Triliun yang Baru Diresmikan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 | 11:56

KPK Periksa Pejabat Pemkot Madiun dalam Kasus Dugaan Pemerasan Wali Kota Maidi

Kamis, 30 April 2026 | 11:43

Menteri PPPA Disorot Usai Minta Maaf, Dinilai Perlu Tingkatkan Sensitivitas dan Komunikasi Publik

Kamis, 30 April 2026 | 11:27

Arab Saudi Beri Asuransi Khusus Risiko Panas Saat Puncak Haji

Kamis, 30 April 2026 | 11:06

Bangkit dari Kubur! Friendster Sang Pelopor Medsos Resmi Kembali di 2026

Kamis, 30 April 2026 | 11:05

Hasil Komunikasi Dasco dengan Presiden Prabowo, Pemerintah Siapkan Rp 4 Triliun Perbaiki Perlintasan Kereta Api

Kamis, 30 April 2026 | 11:02

Harga Emas Antam Ambruk ke Rp2,7 Juta per Gram di Akhir Bulan

Kamis, 30 April 2026 | 10:50

Suami Bupati Pekalongan Dicecar KPK soal Aliran Uang Perusahaan Keluarga

Kamis, 30 April 2026 | 10:45

Prabowo Dijadwalkan Hadiri Puncak Hari Buruh di Monas Besok

Kamis, 30 April 2026 | 10:28

Selengkapnya