Berita

Agus Harimurti Yudhoyono/RMOL

Politik

Absen Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, AHY Bantah Dilarang SBY

SENIN, 08 APRIL 2019 | 08:59 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono absen dalam kampanye akbar pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4).

AHY beralasan tidak hadir karena kondisi kesehatan.

"Kamis lalu saya kampanye di Yogyakarta, kemudian malamnya terbang ke Singapura karena mendapat kabar kondisi Ibu (Ani Yudhoyono) sedikit drop," ujar AHY di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (8/4).


"Jadi saya tidak hadir karena faktor kesehatan saja tidak terlalu fit, baru sampai Jakarta Sabtu malam," katanya melanjutkan.

AHY pun membantah ayahnya yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono melarang hadir karena tidak setuju konsep kampanye akbar Prabowo-Sandi terkesan ekslusif.

"Tidak (ada larangan), saya ini pribadi mandiri dan tidak bisa bisa dilarang-larang. Pun Pak SBY tidak melarang saya juga (hadir kampanye)," tegasnya.

SBY menyurati tiga petinggi partainya yaitu Ketua Wanhor PD Amir Syamsuddin, Waketum PD Syarief Hasan dan Sekjen PD Hinca Panjaitan.

Di awal pesannya, SBY yang tengah berada di Singapura, mengaku mendapat berita dari Tanah Air, pada Sabtu sore (6/4) tentang susunan acara dan tampilan fisik kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif," tulis SBY dalam suratnya.

Amir Syamsuddin mengatakan, masukan itu diberikan sebelum kampanye digelar. PD bersyukur masukan SBY itu diikuti.

"Pak SBY mengingatkan. Hari ini kita perhatikan apa yang wujud dalam kampanye hari ini sudah mengikuti apa yang kira-kira diingatkan oleh Pak SBY," kata Amir.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya