Berita

Para tokoh saat beradai di kampanye akbar Prabowo-Sandi/RMOL

Politik

GBK Memutih Bukti Jokowi Gagal Perbaiki Ekonomi

SENIN, 08 APRIL 2019 | 04:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kampanye Akbar pasangan Prabowo-Sandi yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Minggu pagi dinilai sebagai sinyal positif bagi paslon 02.

Hal itu dilihat dari kuantitas pendukung yang rela hadir di stadion pagi-pagi buta hanya untuk memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

"Jika masyarakat antusias datang di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, jelas ini merupakan indikasi keinginan adanya perubahan," kata Pengamat Politik Igor Dirgantara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (7/4).


Perubahan yang dimaksud yakni soal pembenahan ekonomi bangsa yang kerap digaungkan Prabowo-Sandi.

Menurutnya, dengan membludaknya Kampanye Akbar kemungkinan menandakan adanya harapan besar dari publik soal perbaikan ekonomi nasional, yakni melalui perubahan kepemimpinan nasional di 2019 ini.
 
"Dengan kata lain, mereka ingin kehidupan ekonomi menjadi lebih baik. Mereka percaya bahwa Prabowo-Sandi mampu mengatasi masalah ekonomi mendasar, seperti pengangguran dan  harga kebutuhan pokok yang stabil," imbuh pengamat dari Universitas Jayabaya ini.

Terlepas dari gelaran Kampanye Akbar, Prabowo-Sandi cukup jeli dalam memilih isu ekonomi sebagai 'modal' yang selalu disuarakan dalam setiap kampanyenya. Isu ini terlihat cukup mampu untuk mengambil hati rakyat.

"Persepsi masyarakat terhadap situasi ekonomi saat ini menjadi sangat penting," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya