Berita

Ferdinand Hutahaean/Net

Politik

Partai Demokrat Jelaskan Maksud Surat SBY

MINGGU, 07 APRIL 2019 | 12:16 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono turut memantau kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4).

Gegap gempita massa pendukung paslon 01 itu yang hadir berhasil memutihkan SU-GBK sejak subuh tadi.

Melalui surat yang dikirimkan kepada pengurus Partai Demokrat dan diterima Kantor Berita Politik RMOL, SBY rupanya keberatan dengan konsep acara kampanye akbar itu. SBY menilai terkesan konsep acara kampanye akbar Prabowo-Sandi hanya untuk satu kelompok alias ekslusif.


"Sore hari ini, Sabtu, tanggal 6 April 2019 saya menerima berita dari tanah air tentang 'set up', 'run down' dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif," tulis SBY dalam surat tersebut.

Ketua DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean pun angkat suara menjelaskan surat SBY dimaksud. Menurut dia, surat SBY itu bentuk keprihatinan seolah-olah kampanye akbar Prabowo-Sandi hanya untuk umat Islam.

"Karena Pak SBY dapat laporan terkait dengan rundown acara bahwa seolah-olah acara itu terdesign seperti milik umat Islam saja atau bahkan diidentikkan dengan khilafah," ujar Ferdinand usai acara kampanye.

Meski terkesan nuansa Islam, Ferdinand menekankan sambutan para tokoh agama dan ulama dalam acara itu telah membantah tuduhan mendirikan negara khilafah.

"Tuduhan khilafah tidak betul dan tolol. Ulama lain pun menyatakan siap jaga NKRI," tukasnya.

Kampanye akbar paslon 02 di SU-GBK diawali salat subuh berjamaah, lanjut tausyiah, salawat, orasi masing-masing tokoh, dan puncaknya pidato kebangsaan capres Prabowo.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya