Berita

PSI/Net

Politik

PEMILU 2019

Lembaga Survei Ungkap Penyebab Elektabilitas PSI Masih Nol Koma

JUMAT, 05 APRIL 2019 | 19:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Empat partai politik baru terancam tidak lolos ambang batas parlemen alias parliamentary threshold (PT) 4 persen. Keempat parpol tersebut adalah Partai Perindo, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda dan Partai Berkarya.

Terbaru, survei LSI Denny JA memetrot tiga dari empat parpol itu masih bertahan di nol koma. Perindo (3,9 persen), Berkarya (0,7 persen), PSI (0,2 persen) dan Garuda (0,1 persen).

Khusus PSI yang yang digelari partai anak muda dan sering mejeng di layar televisi, belum "ngangkat" karena program kerja partai pimpinan Grace Natalie itu tidak menuai simpati masyarakat.


Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan, selain program kerja PSI tidak menuai simpati masyarakat, malah memunculkan resistensi, khususnya pada kalangan pemilih muslim.

"Mereka mengambil visi dan misi yang belum tentu disukai khalayak ramai. Mereka memainkan (isu penghapusan) perda syariah, kemudian memainkan (isu penghapusan) poligami. Kita tahu, pemilih Indonesia 90 persen muslim," kata Rully di Jakarta, Jumat (5/4).

"PSI masuk di isu yang sangat sensitif yang mempengaruhi (suara) mayoritas," imbuh Rully menambahkan.

Dia memahami, isu penghapusan perda syariah dan poligami merupakan strategi PSI untuk meraup ceruk pemilih minoritas. Namun, melihat elektabiltas PSI yang masih nol koma, upaya tersebut pun gagal.

"Pemilih non-muslim ini kan belum tentu semuanya memilih PSI. Pemilih minoritas ini kan sudah merapat ke partai lama, seperti PDIP," kata Rully.

Lebih jauh dia menjelaskan, PSI sebagai partai baru sebenarnya memiliki diferensiasi dengan parpol-parpol lain. Namun faktanya, diferensiasi ini belum bisa mengangkat elektabilitas PSI sampai saat ini.

"PSI belum bisa meyakinkan publik bahwa PSI bisa menjadi (alat) perubahan. Ini butuh proses," ujarnya.

Berikut elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2019: PDIP 24,6 persen; Gerindra 13,4 persen; Golkar 11,8 persen; Demokrat 5,9 persen; PKB 5,8 persen; Perindo 3,9 persen; PKS 3,9 persen; PAN 3,1 persen; PPP 2,9 persen; Nasdem 2,5 persen; Hanura 0,9 persen; Berkarya 0,7 persen; PBB 0,2 persen; PSI 0,2 persen; PKPI 0,1 persen; dan Garuda 0,1 persen.

Survei LSI Denny JA ini digelar pada periode 18 sampai 26 Maret 2019 dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi Indonesia. Dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin of error 2.8 persen.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya