Berita

Pramono U. Tanthowi/Net

Politik

PEMILU 2019

Komisioner KPU: Sedang Tensi Tinggi, Kok Nyebarin Hoax!

JUMAT, 05 APRIL 2019 | 15:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelanggara pemilu masih menggunakan sistem manual. Mulai proses pemungutan suara di TPS, penghitungan suara di TPS, rekapitulasi secara berjenjang di kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan nasional, serta penetapan hasil secara resmi.

Secara manual artinya, masih pakai kertas/formulir-formulir; dilaksanakan melalui rapat pleno terbuka; dan dihadiri pengawas pemilu, saksi-saksi peserta pemilu dan lain-lain.

Demikian disampaikan Komisoner KPU Pramono U. Tanthowi menanggapi kabar bohong (hoax) server KPU sudah disetting.


Jelas Pramono, kalau saat ini KPU punya Situng (Sistem Informasi Penghitungan), itu bukan untuk menghitung, merekap dan menetapkan hasil secara resmi. Situng hanya untuk menampilkan hasil penghitungan, rekapitulasi dan penetapan yang telah dilakukan secara manual tadi.

"Hanya untuk informasi. Tidak lebih, tidak kurang," ucap dia di akun facebooknya sesaat lalu, Jumat (5/4).

UU juga belum memberi peluang dilakukan pemungutan suara secara elektronik (e-voting), penghitungan suara secara elektronik (e-counting), atau rekapitulasi hasil suara secara elektronik (e-recapitulation).

Karena itu, lanjut Pramono, kalau ada yang menyebarkan gosip bahwa server KPU sudah disetting dengan angka sekian persen untuk calon tertentu, itu pasti hoax.

"Orang yang mengatakan itu kemungkinannya hanya dua: karena ketidaktahuan atas proses pemilu, atau memang sengaja membuat keresahan," ungkapnya.

Pramono masih maklum kalau alasan pertama. Karena tidak semua orang paham detail-detail proses pemilu. Orang seperti ini hanya perlu dikasih tahu, dijelaskan. Mudah-mudahan mereka bisa menerima penjelasan.

Tapi kalau ada orang yang menyebarkan informasi palsu karena sengaja ingin membuat keresahan, maka orang-orang seperti ini memang harus ditindak secara tegas.

"Saat semua pihak sedang tensi tinggi, kok nyebarin hoax kayak gini. Tuman!!!" tulis Pramono.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya