Berita

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Isu Peretasan Data KPU Masuk Akal

JUMAT, 05 APRIL 2019 | 14:00 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Isu soal pengaturan server Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memenangkan calon presiden dan wakil presiden 01, Jokowi-Maruf dinilai modus kecurangan yang masuk akal.

"Modus kecurangan itu dapat dinalar kok," ujar Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/4).

Fahri menyebut, kecurigaan-kecurigaan muncul karena daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan KPU saat ini merujuk pada data KTP elektronik.


Namun seperti diketahui, database KTP elektronik kerap bermasalah.

"Selama ada perbedaan database antara Dukcapil dengan KPU, selama itulah keraguan kita akan DPT akan muncul," ungkapnya.

Salah satu contohnya, kata Fahri, KPU merilis ada 192 juta pemilih yang pindah tempat memilih. Tetapi jumlah tersebut berbeda dengan data milik Dukcapil yang menyebutkan 260 juta warga pindah domisili.

"Itu artinya kecurigaannya itu banyak data yang tidak valid,” tandasnya.
Di sisi lain, KPU telah mengklarifikasi bahwa isu tersebut tak benar. Saat ini KPU masih menggunakan server yang berada di dalam negeri.
Hal itu berbeda dengan isi video yang menyebutkan bahwa server KPU yang disetting untuk memenangkan salah satu paslon berada di Singapura.
"Semua server KPU ada di dalam negeri dan dikerjakan oleh anak-anak bangsa," kata Ketua KPU, Arief Budiman.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya