Berita

Politik

Andi Arief: Keselamatan Prabowo Adalah Tanggung Jawab Jokowi

RABU, 03 APRIL 2019 | 22:50 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kabar adanya jet tempur yang sempat menghalangi pesawat yang ditumpangi Capres Prabowo Subianto di Purwokerto, Banyumas turut mendapat perhatian berbagai pihak.

Salah satu yang turut berkomentar adalah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Demokrat, Andi Arief.

Melalui akun Twitternya, Andi menyebut Joko Widodo yang masih berstatus Presiden memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan rakyatnya, termasuk Prabowo Subianto.


"Pak Jokowi Presiden RI masih bertanggung jawab terhadap keselamatan Pak Prabowo sebagai Capres resmi," kata Andi Arief.

Pada awalnya, informasi ini mencuat usai mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo menuliskannya di sosial media.

Tak hanya soal jet tempur, orang dekat Prabowo ini juga mengungkapkan soal minimnya pengamanan saat Prabowo berkampanye.

Saat berkampanye di Sumatera Barat pada (2/4) kemarin, Prabowo bahkan disebut tak mendapat pengawalan dari Polri.

"Jika benar Pesawat Pak Prabowo diganggu pesawat tempur dan saat pulang dari Sumbar tak ada pengamanan seperti yang dikemukakan Pak @marierteman (JS Prabowo), sebenarnya ada skenario apa?" kritik Andi Arief.

Di sisi lain, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Banguningsih telah mendengar kabar tersebut. Pihaknya pun dijadwalkan akan menerima aduan dalam waktu dekat.

"Baru besok (aduan)," tutur Polana.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya