Berita

Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi/RMOL

Politik

Ini Faktor Penyebab Naiknya Elektabilitas Prabowo-Sandi

RABU, 03 APRIL 2019 | 20:46 WIB | LAPORAN:

Setelah banyak hasil survei dirilis, wajar bila elektabilitas pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meningkat.

Pasalnya, pasangan capres nomor urut 02 itu gencar turun ke daerah menemui masyarakat.

"Jadi sebelum pemilu, waktu itu kan penetapan sekitar September, taruh 30 persen itu. Karena selama empat tahun kan Pak Prabowo tidak kampanye," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi di kantornya, Cikini, Jakarta, Rabu (3/4).


Selain itu, sosok sebagai tokoh muda dan energik yang melekat pada Sandiaga Uno memberikan dampak signifikan terhadap elektabilitas pasangan tersebut.

"Mungkin karena efek mobilisasi, efek Sandiaga. Itu kan harus dimasukkan variabel," ujar Burhanudin.

Dia menjelaskan, elektabilitas pasangan Joko Widodo-Maruf Amin juga menguat walau tidak besar. Diduga karena pasangan nomor urut 01 itu kurang maksimal menarik kesan bagi pemilih.

"Khusus buat Pak Jokowi kenapa naiknya landai, ini ada penjelasannya. Paling penting itu di Sumatera, Pak Jokowi itu trennya turun dibanding Pemilu 2014," beber Burhanudin.

Indikator sendiri sudah beberapa kali melakukan survei terkait elektabilitas pasangan capres yang bertarung di Pilpres 2019. Pada Oktober 2018, elektabilitas Prabowo-Sandi mencapai angka 30,0 persen, sementara Jokowi-Maruf mengantongi 53,0 persen. Desember 2018, Prabowo-Sandi meraih 34,8 persen sedangkan Jokowi-Maruf 54,9 persen.

Kemudian di bulan Maret 2019, elektabilitas Prabowo-Sandi mencapai 37,4 persen sedangkan Jokowi-Maruf 55,4 persen.

Dari hasil itu, Indikator menarik kesimpulan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi menguat sebesar 7,4 persen.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya