Berita

Paparan survei Indikator/RMOL

Politik

Indikator Catat Elektabilitas Prabowo-Sandi Terus Naik

RABU, 03 APRIL 2019 | 18:19 WIB | LAPORAN:

Indikator Politik Indonesia mencatat hasil survei yang menempatkan pasangan capres Joko Widodo-Maruf Amin unggul dengan angka 55,4 persen dari rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang memperoleh 37,4 persen.

Sementara kelompok yang masih belum menentukan dukungannya atau disebut undecided voter sebanyak 7,2 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan dengan cara simulasi pencoblosan, pasangan Jokowi-Maruf dipastikan akan memenangi pilpres jika pemungutan suara dilakukan hari ini.


"Ini simulasi dua pasangan pakai kertas suara persis yang kita sampaikan simulasi kertas suaranya dengan apa yang akan dialami pemilih waktu tanggal 17 April nanti," ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta, Rabu (3/4).

Simulasi yang diterapkan yakni menggunakan kertas suara yang sama persis dengan yang akan digunakan pada 17 April. Termasuk terdapat foto dua pasangan capres.

"Dengan ini selisihnya kurang lebih 18 persen," kata Burhanudin.

Sementara itu, pemilih yang belum menentukan dukungan jumlahnya semakin berkurang. Dan elektabilitas Jokowi-Maruf meski mengalami kenaikan namun cenderung landai. Untuk pasangan Prabowo-Sandi, meski mengalami kenaikan tapi cukup potensial.

"Pak Prabowo naik dari 30 persen di bulan Oktober menjadi 35 persen di bulan Desember, akhir Maret 37,4 persen. Ada tren kenaikan buat Pak Prabowo-Sandi tapi kenaikannya tidak cukup eksponensial," beber Burhanudin.

Survei Indikator digelar pada 22-29 Maret 2019 terhadap 1.220 responden. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tatap muka.

Hasil survei mendapati tingkat kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Jauhkan Anasir Politik dari Persidangan Roy Suryo Cs

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:18

Legislator PDIP Soroti Prinsip Gotong Royong Koperasi Buntut Meninggalnya Dua Calon Manajer KDMP

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

Kamis, 25 Juni 2026 | 08:03

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:46

DAX Tertekan Anjloknya Rheinmetall, Bursa Eropa Bergerak Mixed

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:30

Jejak Karir Listyo Sigit Diungkap dalam Buku 'Sang Arsitek Presisi Polri'

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:28

Misteri Rp250 Juta KDM, Taufik Hidayat Sudah Ditangkap, Eh ... Hadiahnya Malah Buron

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:00

Merayakan Hari Pelaut sebagai Sandera

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:55

Tanpa Nurani

Kamis, 25 Juni 2026 | 06:33

Selengkapnya