Berita

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Beda Penanganan Sulman Dengan Ratna, Fahri Hamzah: Hukum Hancur Di Zaman Jokowi

RABU, 03 APRIL 2019 | 17:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sama-sama mengaku bohong, tapi penanganan kasus mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Aziz berbeda dengan kasus yang menjerat aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet soal kasus hoax penganiayaan.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda kepolisian menjerat AKP Sulman terkait pernyataannya yang membuat heboh publik.

AKP Sulman sempat menyampaikan tentang adanya forum pembahasan Kapolres Garut AKBP, Budi Satria Wiguna bersama para Kapolsek yang berisi perintah untuk memenangkan paslon nomor urut 01 Jokowi-Maruf. Tapi selang satu hari, AKP Sulman mencabut testimoninya itu.


AKP Sulman mengaku melakukan kesalahan karena tengah emosi saat menyampaikan tentang ketidaknetralan Polri pada Pilpres 2019. Alasan dia emosi karena tidak terima dimutasi dari Kapolsek Pasirwangi menjadi Kanit Seksi Pelanggaran Subdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah ikut menanggapi perbedaan penanganan kasus AKP Sulman dengan Ratna Sarumpaet. Fahri menyindir soal netralitas kepolisian terkait dua kasus ini.

"Mau bilang aparat netral gimana coba? Sedih, hukum hancur di zaman petahana (Jokowi). Luluh lantak...!" ujar politisi asal NTB ini di akun twitternya @Fahrihamzah, Selasa (3/4).

Fahri mengatakan, penanganan dua kasus jadi contoh hukum dirusak dengan politik belah bambu.

"Beginilah cara hukum dirusak dengan politik belah bambu. Ada yang diangkat dan ada yang diinjak," pungkasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya