Berita

Habib Rizieq Shihab/Net

Politik

Difitnah, Habib Rizieq Balik Pertanyakan Keislaman Yusril Ihza

RABU, 03 APRIL 2019 | 15:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab secara tegas membantah pengakuan Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra soal keislaman Prabowo Subianto.

Beberapa waktu lalu, Yusril mengklaim jika Habib Rizieq meragukan dan menyebut keislaman Prabowo tak jelas. Merasa difitnah, Habib Rizieq justru berbalik meragukan Yusril.

"Justru saat ini saya jadi bertanya-tanya, sebetulnya yang lebih Islami Yusril atau Prabowo? Jangan-jangan Prabowo Islamnya lebih baik dari Yuisril," tutur Habib Rizieq dalam wawancara Front TV.


Bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari rekam jejak kedua tokoh tersebut, Habib Rizieq malah menduga jika keislaman Capres nomor urut 02 itu lebih baik dibanding Yusril.

Hal itu dilihat dari Ijtima Ulama yang digelar beberapa waktu lalu. Dikatakannya, Prabowo lebih menghormati para ulama lantaran merespon positif hasil Ijtima.

Baik di Ijtima Ulama I maupun ke-II memutuskan untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres 2019.

Namun Yusril yang turut hadir justru tak mengindahkan. Bukannya mendukung Prabowo-Sandi, Yusril memilih merapat dan mendukung pasangan Jokowi-Maruf yang bukan hasil dari Ijtima Ulama.

"Prabowo itu taat kepada hasil ijtima ulama, Yusril tidak taat. Prabowo tidak pernah menjelek-jelekkan Yusril, apalagi melakukan ghibah tentang Yusril, tapi Yusril menjelek-jelekkan Prabowo dan melakukan ghibah bahkan diviralkan," jelas Habib Rizieq.

Bahkan, Habib Rizieq berpendapat penolakan Yusril terhadap hasil Ijtima sama saja menyerang ulama.

"Sementara Prabowo tidak pernah menyerang ulama-ulama di Ijtima. Jadi sekarang kalau sudah begini, mana yang lebih Islami?" tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya