Berita

Teuku Taufiqulhadi/RMOL

Politik

Taufiqulhadi: Sistem Khilafah Tidak Punya Tempat Di Indonesia

RABU, 03 APRIL 2019 | 11:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pancasila sudah menjadi harga mati bagi bangsa Indonesia. Tidak boleh ada satu pihak pun yang berani coba-coba mengubah ideologi bangsa.

Demikian disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Teuku Taufiqulhadi menanggapi isu sistem pemerintahan khilafah yang kembali mencuat jelang Pemilu serentak 2019.

Jelas Taufiqulhadi, Nasdem secara tegas menolak sistem khilafah karena mengkhianati para pendiri bangsa, termasuk kalangan ulama. Konsep khilafah tidak perlu diberi ruang di Indonesia. Semua kader diminta tegas mengawal Pancasila.


Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem ini menegaskan khilafah sudah tidak relevan lagi dibahas di Indonesia. Di negara-negara jazirah Arab saja sudah tidak menerima sistem khilafah.

"Di Arab saja sudah tidak laku sistem khilafah, apalagi di Indonesia. Kita menilai kalau masih ada yang mau menerapkan khilafah di Indonesia, itu sama saja mengkhianati para pendiri bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya para ulama besar, KH Agus Salim, KH Wahid Hasyim dan ulama-ulama lain yang juga pahlawan nasional," ujar Taufiqulhadi, Rabu (3/4).

Menurut Taufiqulhadi seperti dalam keterangannya, konsep khilafah tidak perlu diberi ruang di Indonesia. Bahkan, tidak ada sistem yang perlu dicari-cari lagi karena NKRI dan Pancasila sudah tidak bisa ditawar.

"Kalau kita sejajarkan di peta, ujung Aceh sampai ujung Papua itu sama dengan dari Yerusalem sampai ke London, mana ada kekhalifanan yang sebesar itu? Ini Indonesia sudah merupakan rahmat dari Allah SWT, kita dulu ada kerajaan-kerajaan di Indonesia, sudah diperastukan, jadi satu negara yang besar kok malah ada yang mau khilafah, sangat tidak relevan," tutupnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Update: Korban Jiwa Longsor Bandung Barat 16 Orang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:52

Dede Sulaeman Wafat, Rencana MSBI Datangi Kantor FIFA di Zurich Dijadwal Ulang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:35

Kapolri Naikkan Pangkat Dua Anggota Polisi yang Tewas Tertabrak Truk TNI

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33

Kabar Duka Mantan Striker Timnas Dede Sulaeman Wafat di Lapang Bola

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:58

Saut Minta KPK Selidiki Sengkarut Coretax

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50

PT ARA Bantah Gunakan Dokumen Palsu

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26

Debut Apik Raymond-Joaquin

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46

Tim Hukum Nadiem Makarim Tak Siap Hadapi JPU

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:32

Wapres Gibran Minta Maaf ke Korban Longsor Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:18

Korupsi Sektor Pajak Terjadi karena Penyelewengan Kekuasaan

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:59

Selengkapnya