Berita

Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono/RMOL

Politik

PILPRES 2019

Komentar AHY Terkait People Power Yang Dilontarkan Amien Rais

SELASA, 02 APRIL 2019 | 11:15 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

. Partai Demokrat tidak mau gegabah menanggapi pernyataan Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais yang menyebutkan lebih memilih people power jika pada Pemilu 2019 ditemukan kecurangan.

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan,  memang ada dua penilaian terhadap demokrasi Indonesia saat ini khususnya jelang Pemilu.

"Sejumlah kalangan menilai kondisi keamanan Indonesia dalam kondisi yang baik-baik saja, namun potensi kericuhan bukan berarti tidak mungkin terjadi," ujar AHY sapaan akrabnya di sela-sela kampanye di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (1/4).


"Ada pandangan lagi, ini gawat negara kita sudah sangat terpolarisasi, kompetisi semakin tidak sehat, perpecahan antar anak bangsa juga sangat mungkin terjadi jika Pemilu 2019 berjalan secara tidak damai adi dan juga demokratis," imbuhnya menambahkan.

AHY menyebut percikan-percikan dalam proses demokrasi memang sangat mungkin terjadi. Hanya saja, kata dia percikan tersebut janganlah terlalu didramatisir.

Dan yang lebih penting lagi, lanjut putra sulung SBY ini, semua aparat penyelenggara Pemilu harus tetap netral dan profesional dalam menjalankan tugas.

"Kita tidak mampu menghadapi resiko buruk, yaitu ketika terjadi kecurangan apalagi terjadi secara massif, terstruktur dan sistematis yang terjadi di sana-sini, sehingga membuat rakyat kita marah, rakyat kita kecewa, rakyat akhirnya turun ke jalan menuntut keadilan," demikian AHY.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya