Berita

Diskusi Empat Pilar MPR/RMOL

Politik

Pemilu Kali Ini Rumitnya Luar Biasa

SENIN, 01 APRIL 2019 | 22:34 WIB | LAPORAN:

Indonesia melaksanakan revolusi pemilu pertama kali tahun 2004, sedangkan Pemilu 2019 adalah revolusi kedua yang tingkat kerumitannya sangat luar biasa.

Demikian dikatakan anggota Fraksi Partai Golkar MPR RI Rambe Kamarul Zaman dalam diskusi Empat Pilar MPR bertema 'Efektifitas Fatwa Haram Golput Tingkatkan Partisipasi Pemilih' di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (1/4).

Rambe mengaku lebih tertarik membahas revolusi pemilu ketimbang masuk ke persoalan golongan putih atau golput.


"Revolusi pemilu yang pertama dilakukan tahun 2004 karena setelah amandemen kita mulai 1999 sampai 2002 yang ke empat kali itu kita melakukan pemilu yang model seperti ini," jelasnya.

Sedangkan revolusi pemilu yang kedua adalah tahun 2019, di mana pada 17 April nanti dilaksanakan pemilu legislatif dan pemilu presiden secara serentak.

"Pemilihannya dalam lima kotak kertas suara, kotaknya juga lima dan serentak kita lakukan. Pengertian serentak adalah satu hari itu seluruhnya harus selesai," ujar Rambe.

Makanya ada judicial review mempersoalkan lamanya perhitungan suara yakni apakah jika perhitungan tidak selesai hingga pukul 12.00 suara masih sah. Dan Mahkamah Konstitusi menyatakan masih sah dan memberikan waktu 12 jam. Sebab UU Pemilu mengganggap pemilu clear sampai batas waktu perhitungan suara hingga pukul 00.00.

"Tantangan yang pertama adalah revolusi pemilu kedua rumitnya bukan main. Kerumitan membuat ketentuannya, pelaksanaannya sebab yang membuat ketentuan pelaksanaan adalah KPU sebagai  penyelenggara pemilu dan mengawasinya juga adalah Bawaslu yang mengawasi, soal etika adalah DKPP," papar Rambe.

Rumitnya pelaksanaan pemili kali ini juga dikarenakan banyaknya regulasi yang mengatur seperti UU Partai Politik, dan UU Pemilu.

"Sekarang peserta pemilu adalah 16 partai politik, dan dengan 16 partai politik ini kalau untuk pemilu legislatif adalah menyulitkan. Lembaran kertas juga selembaran kertas koran yang lebar begitu," imbuh Rambe.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya