Berita

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/Net

Politik

Pemimpin Cerdas Bukan Jadi Kuda Troya

SENIN, 01 APRIL 2019 | 21:26 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai hal yang sulit diperdebatkan pemerintah dan dijawab pendukung petahana adalah pertanyaan mendasar tentang apakah Joko Widodo (Jokowi) mengerti skala dari isu negara mulai Pancasila hingga konstitusi.

"Ini saya ulang berkali-kali karena inilah persoalannya. Kita ini tidak boleh hafal, ini soal apa yang sebut oleh negara. Kita boleh baru menghafal apa itu Pancasila atau konstitusi maupun perdebatan-perdebatan dalam membentuk konstitusi, apalagi pada level presiden," jelasnya kepada wartawan, Senin (1/4).

Menurut Fahri, seorang presiden tidak boleh hanya baru memahami tentang konsepsi-konsepsi dasar bernegara tetapi bahkan juga demografi, geografi dunia, peta geopolitik dan sebagainya.


"Persoalaan ini semestinya sudah harus menjadi pembacaan intelektual yang serius dari awal. Jika ada seorang presiden yang kelihatannya nampak baik, dianggap sabar, sederhana dan sebagainya itu dipilih oleh elite oligarki karena elite ini yang berbahaya," papar inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) tersebut.

Karena itu, Fahri sependapat dengan Prabowo Subianto saat Debat Pilpres 2019 putaran empat kemarin. Yang berulang-ulang mengingatkan Jokowi soal inner circle atau orang-orang di sekelilingnya.

"Itu karena kalau pemimpin otaknya kosong semua ini dikerjakan orang, bisikan dan agenda mereka yang membisiki. Lebih-lebih dia adalah kuda troya bagi orang lain yang dia sebenarnya tidak paham apa-apa," jelasnya.

Tetapi kalau ada pemimpin yang berani marah, tegas, determinatif dan punya sikap maka itu jangan dilihat pribadinya emosional. Artinya orang itu demi membela rakyat tidak bisa diintervensi dan tidak bisa sembarang penjilat bisa datang kepadanya.

"Apalagi kalau orangnya punya background yang tidak minder dengan harta, tidak minder pergaulan internasional juga pergaulan elite maka dia punya determinasi untuk mengatakan bangsa maunya begini, rakyat maunya begini. Bukan hanya menunggu dari oligarki-oligarki sekitarnya," demikian Fahri.  

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya