Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

Novel Baswedan Bukan Orang Gerindra

SENIN, 01 APRIL 2019 | 16:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan angkat bicara terkait rumor yang beredar bahwa dirinya orang Gerindra.

Novel menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar.

"Itu isu aneh Mas. Tentu saja tidak benar," ujar Novel kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (1/4).


Novel tidak tahu motif di balik rumor itu. Hanya memang dugaan dia, isu dirinya orang Gerindra sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu untuk pengalihan isu.

"Saya cuma khawatir ini sekedar pengalihan isu," kata Novel.

Belakangan rumor itu santer setelah Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Andre Rosiade memberi bocoran kepada wartawan, bahwa Novel atau Bambang Widjojanto akan menjadi Jaksa Agung bila pasangan calon 02 menang Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga membenarkan bahwa Novel sudah lama dekat dengan Prabowo. Begitu juga dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Pouyono yang menyebut Novel sebagai 'orang kita' atau dalam konteks orang Partai Gerindra.

"Orang pake asumsi lalu ditanggapi dengan bagaimana mas?" ucapnya.

"Sebenarnya saya nggak berminat untuk tanggapi mas. Karena saya khawatir ini hanya pengalihan isu atau pancingan saja," sambung sepupu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini.

Ia juga enggan mengomentari lebih lanjut tentang rumor itu juga dibagikan di grup-grup komunikasi anggota kepolisian.

"Wah saya nggak tahu Mas," ujar Novel singkat.

Namun yang jelas, kata Novel, kabar dirinya orang Gerindra merupakan isu yang menyesatkan.

"Nggak benar Mas," demikian Novel.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai KPK dan Polri perlu bertindak terhadap isu Novel Baswedan 'orang' Partai Gerindra.

Dari pihak KPK, Neta S Pane menilai perlunya penjelasan dan klarifikasi terkait salah satu penyidik seniornya itu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya