Berita

Foto: Net

Politik

Ramai Pengakuan Eks Kapolsek Pasirwangi, Propam Dan Bawaslu Diminta Turun Tangan

SENIN, 01 APRIL 2019 | 15:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pengakuan eks Kepala Polsek Pasirwangi Garut, Ajun Kombes Pol (AKP) Sulman Aziz tentang perintah mendukung Jokowi-Maruf perlu ditelusuri lebih lanjut.

Pasalnya, selain merusak citra Polri, pengakuan Sulman juga berpotensi menjadi bola liar menjelang pencoblosan 17 April 2019 mendatang.

Analis politik dari IndoStrategi Arif Nurul Imam mengatakan, apa yang menimpa anggota Polres Garut yang kena mutasi itu tamparan keras buat institusi Polri.


"Perlu diselidiki soal kebenaran isu tersebut. Jika itu benar perlu diusut tuntas agar Polri tetap menjadi institusi yang netral," kata Arif kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Senin (1/4).

Lebih lanjut Arif mengatakan, netralitas Polri yang seharusnya turut mengamankan jalannya Pemilu 2019 merupakan syarat mutlak yang wajib diemban oleh lembaga penegak hukum itu.

Karenanya, lembaga pengawasan internal kepolisian maupun lembaga pengawas Pemilu, Bawaslu) perlu turun tangan menyelesaikan masalah tersbut supaya jelas kebenarannya.

"Propam Polda Jabar dan Bawaslu harus segera turun tangan," kata Arif.

Ia juga mengimbau kepada semua pihak, terutama masyarakat yang punya hak pilih untuk tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan dari apa yang menimpa AKP Sulman Aziz.

"Itu baru pengakuan sepihak (AKP Sulman Aziz), perlu verifikasi dan penyelidikan sebelum menarik kesimpulan," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya