Berita

Megawati/Net

Politik

Andi Arief: Bu Mega Seneng Perubahan, Dulu Golput Sekarang Mau Usir Yang Golput

SENIN, 01 APRIL 2019 | 03:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pidato Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri saat kampenye terbuka di GOR Pandawa Solo Baru, Sukoharjo menuai sorotan.

Dalam pidato itu, Mega menyebut warga negara yang golput di pemilu sebagai seorang pengecut dan tidak punya pendirian. Baginya, warga yang golput sama saja tidak jalankan kewajiban sebagai warga negara.

"Jangan golput. Golput itu pengecut, tidak punya pendirian, tidak punya harga diri, tidak usah jadi warga negara Republik Indonesia," katanya.


Politisi Demokrat, Andi Arief menilai pernyataan Mega tersebut sebagai bukti bahwa putri proklamator RI itu suka perubahan. Sebab, pidato tentang golput Mega di Sukoharjo berbanding 180 derajat dengan pidato Mega yang diunggahnya.

“Bu Mega ini seneng perubahan. Pernah pidato menangis soal Aceh dan kenaikan BBM, saat berluasa operasi militer di Aceh dan BBM naik. Janji capres pada Prabowo malah diberikan ke Jokowi. Dulu golput, hari ini mau usir WNI yang golput. Seneng gonta-ganti tergantung situasi,” kata Andi dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (31/3).

Adapun dalam kicauan itu, Andi menyertakan sebuah video Megawati saat masih berpidato di hadapan para pendukung. Di video berdurasi 16 detik itu, Mega menyatakan dirinya akan golput.

“Saya menyatakan pada hari ini, hak politik saya sebagai warga negara tidak akan saya gunakan dalam pemilu tanggal 29 mei,” kata Mega.

Saat Pemilu 1997, Mega memang tegas menyatakan tidak akan hak pilihnya. Ini lantaran pemerintah Orde Baru mencabut hak Mega untuk dipilih.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya