Berita

Joko Widodo

Publika

Prabowo Harus Jadi Presiden

MINGGU, 31 MARET 2019 | 21:10 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

DEBAT #IV Capres membuktikan Joko Widodo sama sekali enggak menguasai bidang Pertahanan-Keamanan, Hubungan Luar Negeri dan Ideologi-Pemerintahan.

Konsepnya mentah. Hampa. Kosong. Pemerintahan "Dilan" stressing pada pendidikan pancasila sejak playgroup. Fasis indoctrination style. Doktrin pertahananya salah. Dihalusinasi "Perkiraan Intelijen Strategic" 20 tahun Indonesia aman dari invasi.

Karena itu "Pemerintahan Dilan" fokus pada dimensi keamanan. Polisi dapat porsi. Anggaran militer 0.8% dari GDP. Jauh di bawah Oman (13%), Arab Saudi (9%), Israel (5%) dan Timor Leste (2.5%).


Jokowi merilis konsep absurd tentang "pemerintahan cepat" sebagai pengganti teori "negara kuat menguasai negara lemah".

Jokowi hendak membangun distingsi dirinya dengan Pa Prabowo yang mengutip adagium Thucydides; "The strong do what they will, the weak suffer what they must.”

Doktrin 20 tahun aman ini berbeda dengan persepsi strategic Singapore.

Menurut Brian Harding dari Center for Strategic & International Studies' Southeast Asia Program, "Singapore know that they need to be prepared for the future and not just hope for the best."

Limitasi Singapore dikompensasi high end military weaponary, first class jet fighters & submarines, dan deployment personel militer. Squadron tempur Singapore ada di Amerika, Australia, Brunei, New Zealand, Taiwan dan lain-lain.

"These assets could therefore be mobilized as a follow-on force, possibly reinforced by friendly partners," kata Brian Harding.

Jadi jangan coba-coba serbu City-state Singapore. Jet-jet tempurnya bisa datang dari semua penjuru mata angin.

Pasca Pak Harto lengser, Indonesia mengambil langkah reformasi TNI. Pasca "The Third Indochina War 1979", Comrade Deng Xiao Ping juga mereformasi PLA.

Bedanya; Kaum Reformasi Indonesia membonsai kemampuan tempur TNI. Sedangkan Reformist Deng Xiao Ping memodernisasi PLA.

Dari 1950-1970an, China mengadopsi doktrin militer "People's War" karya Mao Zedong. Deng Xiao Ping memodifikasi doktrin itu menjadi "people's war under modern conditions."

Tahun 1980an, China mulai mengembangkan "second-strike capability" i.e. Serangan Nuklir.

Kemudian China membangun "military-industrial complex" yang menjadi nomor tiga terbesar di dunia.

Mereka memproduksi senjata, amunisi, combat aircraft, fast-attack crafts, frigate, destroyer, kapal selam nuklir, piranti elektronik, tactical missiles, dan ballistic missiles.
Jokowi pamer 19 titik radar udara dan 11 titik radar maritim untuk menjaga 17 ribu pulau.

Jokowi enggak tau kalau radar tidak berguna saat Israel menggelar Operation Thunderbolt tahun 1976. Pesawat Israel terbang rendah 100 ft di atas Red Sea.

Di tahun 1987, China enggak bicara soal radar-radaran. Mereka bangun military forces yang sanggup menggelar modern combined-arms warfare.

"Pemerintahan Dilan" titik nadir kemunduran kekuatan tempur TNI. Jokowi mengira soft diplomacy dan diplomasi "senyam-senyum" adalah solusi kompensasi lemahnya TNI.

Diplomasi planga-plongo ngga punya tempat di hadapan Gunboat diplomacy dan Nuclear diplomacy.

Cebong Jokower yang menertawakan lemahnya pertahanan Indonesia terilusi ranking Global Firepower index.

Militer Indonesia diposisikan di ranking 14 di atas negara berkekuatan nuklir seperti North Korea dan Israel.

Ranking 14 GFP, imaginary allies dan jumlah populasi sipil enggak berguna dalam perang sungguhan. Faktor real alliances, teknologi, military hardware, politik, industri, uang, uang, uang dan uang adalah faktor decisive yang menentukan pemenang perang.

Di masalah "penguasaan" obyek strategis seperti bandara dan pelabuhan, Jokowi lebih ironis.

Dia melihat penguasaan operasi pihak asing di atas wilayah Indonesia dengan enteng. Tidak terganggu. Tanda Jokowi ngga tau apa-apa.

Comrade Mao Zedong membubarkan Sino-Soviet friendship setelah Nikita Khrushchev mengusulkan joint operation on naval base di China dalam rangka Perang Korea. Alasan Mao Zedong, itu sama saja Uni Soviet melanggar kedaulatan People's Republic of China.

Mao Zedong marah besar. Dia kirim pasukan ke Korea dan bertempur sendiri menghadapi Amerika dan South Korea.

Masalah pertahanan, keamanan, diplomasi dan Indonesia's sovereignty adalah penting. Entah apa jadinya bila Jokowi dua periode. Sudah benar, Pak Prabowo President.

THE END

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya