Berita

Mahfud MD/RMOL

Politik

Mahfud MD: Semoga Riak-riak Mengancam Tidak Berlanjut Usai Pemilu 2019

MINGGU, 31 MARET 2019 | 10:55 WIB | LAPORAN:

Ikatan kebangsaan Indonesia sangatlah kuat. Saking kuatnya bisa mengusir penjajah dari bumi Nusantara.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebelum acara 'Doa Bersama dan Ikrar Anak Bangsa' yang digelar Aliansi Anak Bangsa untuk Indonesia (ABI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (31/3).

"Kita tahu bahwa kehebatan Indonesia itu ikatan kebangsaannya yang begitu kuat, kita mengusir penjajah karena kita sangat kuat bersatu dalam ikatan kebersamaan, berdasarkan pancasila, kemudian mempertahankan negara ini dan membangun negara ini sebaik-baiknya karena ikatan kebangsaan begitu kuat," ujarnya.


Namun jelang Pemilihan Presiden 17 April mendatang, ia melihat persatuan bangsa Indonesia terganggu dengan isu-isu yang mengarah pecah belah.  

"Sehingga pada saat ini merespon perkembangan politik mukhtahir menjelang pemilu yang ada riak riak yang agak mengganggu menjelang Pemilu ini karena kemudian muncul isu-isu yang berpotensi memecah," jelasnya

Menurut dia, riak-riak yang muncul jelang Pilpres ini agak mencemaskan. Ia berharap tidak berlanjut usai Pemilu 2019 nanti. 

"Kita semua sejak awal mendukungnya untuk berdoa agar riak-riak yang mengancam atau nampaknya agak mencemaskan meskipun tidak terlalu mengkhawatirkan tetapi agak mencemaskan ini, segera terajut kembali dan tidak berlanjut sesudah Pemilu tanggal 17 April," tuturnya.

Harapan dia, sesudah Pemilu, masyarakat Indonesia dapat kembali bersatu siapapun nanti yang akan terpilih menjadi presiden.

"Mudah-mudahan sesudah itu kita sadar dan menerima hasil Pemilu dan bekerja seperti biasa siapapun yang dipilih rakyat kita bersatu kembali membangun bangsa dan negara, untuk itulah kita akan berdoa dan berikrar pada hari ini," tandasnya.

Selain Mahfud MD, tokoh-tokoh lainnya terlihat sudah hadir di antaranya HS Dilon, Mahfud MD, Romo Beny, Pdt. Irvan Hutasoit, KH. Syarif Rahmat, dan Uung Sendana.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya