Berita

Paus Fransiskus Dan Raja Mohammed VI/Repro

Global

Raja Mohammed VI Dan Paus Fransiskus Satu Suara, Yerusalem Harus Jadi Simbol Perdamaian

MINGGU, 31 MARET 2019 | 10:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Yerusalem haruslah menjadi simbol hidup berdampingan secara damai bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi. Begitu pernyataan bersama Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus dan Raja Maroko, Raja Mohammed VI dalam pertemuan di Rabat akhir pekan ini (Sabtu, 30/3).
 
Kunjungan Paus Fransiskus ke negara Afrika utara itu adalah atas undangan Raja Mohammed VI untuk menggelar dialog dialog antaragama.
 
Dalam pernyataan bersama tersebut, kedua pemimpin itu mengatakan bahwa Yerusalem adalah warisan umum kemanusiaan dan khususnya para pengikut ketiga agama monoteistik.
 

 
"Karakter multi-agama yang spesifik, dimensi spiritual dan identitas budaya tertentu dari Yerusalem harus dilindungi dan dipromosikan," kata Paus Fransiskus dan Raja Mohammed VI dalam deklarasi yang dikeluarkan oleh Vatikan.
 
Pernyataan bersama itu muncul setelah pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kedaulatan Israel atas Yerusalem yang memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim, terutama dari Palestina yang melihat Yerusalem sebagai ibu kota negara masa depan mereka.
 
Raja Mohammad VI sendiri saat ini diketahui mengetuai komite yang dibentuk oleh Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk melindungi dan memulihkan warisan agama, budaya, dan arsitektur Yerusalem.
 
Sementara itu, Paus Fransiskus menempatkan upaya perbaikan hubungan dengan agama-agama lain sebagai prioritas kepausannya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya