Berita

Hariqo Wibawa Satria/Dok

Politik

Catatan Debat Capres Keempat: Diplomat Di Era Digital Tidak Harus Berdasi

MINGGU, 31 MARET 2019 | 06:49 WIB | LAPORAN:

Kedua calon presiden baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto masih beranggapan pelaku diplomasi adalah orang-orang lama.

Padahal di era digital, setiap orang adalah diplomat. Setiap konten yang diproduksi warga negara dapat berdampak positif dan negatif bagi negaranya.

Demikian dikatakan  Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria melalui siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (31/3).


“Diplomat di era digital bukan saja mereka yang bekerja di Kemlu RI, Duta Besar atau orang-orang yang identik dengan dasi, jas, parfum, protokoler, dll. Tetapi di era digital setiap orang adalah diplomat," kata alumnus Pascasarjana Jurusan Diplomasi Universitas Paramadina ini.

Hariqo mencontohkan Andrea Hirata, penulis Novel Laskar Pelangi) dan Riri Riza, sutradara Film Laskar Pelangi. Keduanya hampir tidak pernah berdasi atau berdinas di Kemenlu dan Kemenpar. Namun berkat karya keduanya dan tim kreatif mereka, sekarang Bangka Belitung dikenal luas oleh dunia sehingga wisatawan domestik dan asing berdatangan.

"Nah wisatawan ini kemudian mengunggah foto, video mereka di medsos, sehingga menggoda wisatawan lain datang, artinya kedatangan wisatawan juga disebabkan unggahan warganet di medsos, ini salah satu relevansi setiap orang adalah diplomat," papar Hariqo.

Contoh lain kata Hariqo, di tahun 2013, anak-anak muda di Myanmar tertarik mengunjungi dealer mobil Korea, setelah mobil-mobil tersebut digunakan dalam drama Korea. Artinya sutradara, pemain drama korea terlibat dalam satu gotongroyong untuk kepentingan nasional Korea.

Sementara di Indonesia hampir semua sinetron, film mempromosikan mobil Jepang, Amerika, Eropa, dan lain-lain.

"Mana mobil Esemka?" cetusnya.

Amerika Serikat menurut Hariqo juga beberapa kali menggunakan pemain basket NBA untuk kepentingan nasional mereka. Utamanya melobi negara yang memang anak mudanya gandrung dengan basket. Bahkan ada pemain NBA yang mampu berkomunikasi dengan Presiden Korea Utara Kim Jong Un.

Setelah Pilpres menurut Hariqo, yang harus digalakkan adalah peningkatan gotong royong antarwarganet untuk kepentingan nasional lewat media sosial. Tim medsos capres, baik yang kalah maupun menang harus gotong royong dalam isu-isu terkait kepentingan nasional.

Jika saat Pilpres, lanjut Hariqo, mereka mampu membuat trending topik dunia yang menjelekkan salah satu capres maka semestinya juga mampu buat trending topik yang membela kepentinan nasional Indonesia.

"Memang sampai hari ini, Indonesia belum mempunyai blueprint diplomasi digital seperti negara lain, namun membangun kesadaran bahwa setiap orang adalah diplomat harus terus dikampanyekan, apalagi sudah ada Inpres nomor 7 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Bela Negara Tahun 2018-2019, meskipun Inpres itu tidak secara khusus bicara tentang diplomasi digital," demikian Hariqo.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya