Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi "Takut" Bertanya Soal Pertahanan Kepada Prabowo? Begini Tanggapan Pengamat

MINGGU, 31 MARET 2019 | 00:04 WIB | LAPORAN:

Debat capres keempat membahas soal ideologi, pemerintahan, pertahanan keamanan dan hubungan internasional. Kedua capres yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto bertukar pandangan dan argumen dalam debat yang dihelat di Hotel Shangrila, Jakarta, Sabtu (30/3).

Yang menarik, saat sesi tanya jawab, tidak ada pertanyaan berbau pertahanan dan keamanan dari Joko Widodo kepada Prabowo.

Jokowi yang berasal dari kalangan sipil lebih memilih bertanya soal tata kelola pemerintahan dan hubungan internasional kepada Prabowo.


Dalam pertanyaan pertama, Jokowi mempertanyakan soal mall pelayanan publik.

"Ke depan akan ada dilan (digital dilayani). Apa pandangan bapak terkait mall pelayanan publik," tanya Jokowi.

Pertanyaan selanjutnya, capres petahana bertanya soal konflik di Rakhinte State di Myanmar.

Sedangkan Prabowo yang berlatar belakang militer, dalam sesi tanya jawab bertanya soal kondisi pertahanan dan keamanan di Indonesia pada Jokowi.

Selanjutnya pada pertanyaan kedua, Prabowo bertanya soal teritori negara seperti pelabuhan dan bandara yang direncanakan untuk dikelola oleh pihak asing.

Menurut Pengamat Komunikasi Politik asal UGM, Nyarwi Ahmad, Jokowi tidak bertanya soal pertahanan dan keamanan karena sedang melakukan ekspansi pemilih baru dalam hal ini segmen milenial dengan mengedepankan program dilan (digital melayani).

Selain itu, tambah Nyarwi, ada kemungkinan Jokowi tidak secara eksplisit bertanya soal pertahanan dan keamanan karena menyadari soal kompetesinya dalam isu-isu tersebut.

Terlebih, terkait pertahanan dan keamanan, nampaknya memang Prabowo memiliki poin yang lebih sehingga Jokowi tidak berencana memancing dan membawa debat ke arah isu-isu soal pertahanan dan keamanan.

"Gak dipancing saja tadi sudah banyak eksplorasi Pak Prabowo soal kelemahan kita dan sebagainya," katanya.

Debat kandidat calon presiden dan calon wakil presiden masih akan dilakukan sekali lagi tepatnya pada 13 April 2019. Sedangkan pencoblosan akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya