Berita

Capres Joko Widodo di debat keempat/RMOL

Politik

Jokowi: Bukan Cuma Indonesia Yang Pelabuhan Dan Bandaranya Dikelola Asing

SABTU, 30 MARET 2019 | 22:59 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo mengatakan bahwa pengelolaan sekaligus pembangunan bandara dan pelabuhan oleh asing tidak hanya dilakukan oleh Indonesia, melainkan telah dilakukan di berbagai negara.

Hal itu ia sampaikan untuk menjawab kegelisahan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto soal pengelolaan objek vital seperti bandara dan pelabuhan yang dilakukan pihak asing.

"Saya melihat Pak Prabowo sangat khawatir dengan sebetulnya negara lain melakukan. Anggaran kita terbatas, tentu kita mengundang investasi untuk berinvestasi di Indonesia," kata Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3).


Jokowi menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjaga kedaulatan negara. Ia mengatakan, kunci mempertahankan ialah pihak Indonesia tidak boleh sama sekali melepas pengoperasian bandara atau pelabuhan kepada pihak asing.

"Tapi dalam hal kedaulatan, tak akan kita beri 1 cm kedaulatan ke negara lain. Tapi ini investasi yang dilakukan perusahaan, bukan negara. Oleh karena itu, negara lain semua lakukan itu dan tak pernah ada masalah," ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan jika pembangunan yang berkaitan dengan masalah strategis tak akan diberikan kepada pihak asing.

"Saya untuk hal strategis, misal pembangunan alutsista itu kita lebih hati-hati, atau radar udara, kita hati-hati, atau maritim. Tapi kalau bandara, pelabuhan, semua negara lakukan dan tak ada masalah," jelas Jokowi.

"Yang penting pengelolaan kita ada di dalam, manajemen kita ada di dalam, kita mengendalikan. Nyatanya, Freeport bertahun-tahun kita 9 persen. Setelah kita ambil 51 persen kita bisa mengelola," bebernya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya