Berita

Politik

Prabowo: Diplomasi Bukan Sekadar Senyum-Senyum Nice Guy

SABTU, 30 MARET 2019 | 21:37 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Capres Prabowo Subianto menekankan jika pemerintahan Indonesia tak bisa cuma sekadar mengutamakan diplomasi dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

Bagi Prabowo, pertahanan bangsa juga harus ditopang dengan kekuatan aparat keamanannya yang saat ini dinilai masih lemah. Salah satu penguatannya dengan penambahan anggaran pertahanan.

"Diplomasi untuk memajukan sebuah negara melalui jalan perundingan dan pertukaran diplomasi (perlu), tetapi diplomasi tidak bisa hanya menjadi mediator," kata Prabowo dalam debat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3).


Dijelaskannya, upaya mempertahankan kepentingan nasional tidak hanya sekadar penguatan diplomasi.

"Tetapi diplomasi harus di-back up dengan kekuatan," jelasnya.

Di sisi lain, ia juga tak sependapat dengan pernyataan Jokowi yang menyebut dirinya tak percaya dengan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

Namun demikian, mantan Danjen Kopassus ini lebih melihat pada alutsista yang dimiliki TNI yang dianggap butuh dikuatkan.

"Kapal selam ada berapa. pesawat ada berapa (yang dimiliki), berapa skuadron yang kita punya?" tanya Prabowo.

"Pak, diplomasi kalau hanya senyum-senyum, nice guy, biasa-biasa saja. Bukan saya tidak percaya (dengan TNI), saya TNI. Saya lebih TNI dari banyak TNI," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya