Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo: Pertahanan RI Terlalu Lemah

SABTU, 30 MARET 2019 | 21:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Calon Presdien Prabowo Subianto mengkritik kekuatan pertahanan Indoensia di debat keempat. Prabowo berpandangan pertahanan RI saat ini tak sesuai harapan.

"Saya menilai pertahanan Indonesia terlalu lemah, jauh dari yang diharapkan," kata Prabowo dalam debat yang diselenggarakan di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3).

Lemahnya pertahanan Indonesia, kata Prabowo, akibat terbatasnya alutsista yang dimiliki yang terkait dengan alokasi anggaran.


"Kenapa? Karena kita tidak punya uang," ucap Prabowo.

Prabowo menekankan pertahanan dan keamanan adalah sangat penting bagi suatu negara. Kekayaan suatu bangsa kalau tidak dijaga oleh kekuatan pertahanan yang kuat tidak mungkin bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat.

Prabowo mengatakan kondisi keuangan bangsa harus dijaga. Dia mengatakan saat ini uang Indonesia lari ke luar negeri.

"Karena itu kita harus menjaga keuangan kita. Kemana keuangan kita? Keuangan kita, kekayaan kita, harta kita tidak tinggal di Indonesia, karena itu kita lemah," ucapnya.

Prabowo menekankan negara yang sangat kuat bisa berkehendak sesuka mereka.

"'The strong will do what they can, and the weak suffer what they must: yang kuat akan berbuat sekehendaknya, yang lemah harus menderita'," ucap Prabowo mengutip sejarawan Yunani.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya