Berita

Prabowo dan Jokowi Pelukan/Net

Politik

Prabowo: Saya Percaya Jokowi Pancasilais, Tapi Pendukungnya?

SABTU, 30 MARET 2019 | 20:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

. Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto percaya jika lawannya, capres Joko Widodo seorang Pancasilais. Hal itu disampaikan dalam debat keempat yang digelar di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3).

"Dalam hal ini kita esensinya tidak jauh berbeda. Saya percaya Pak Jokowi Pancasilais, Pak Jokowi patriot, nasionalis," kata Prabowo mengawali.

Bahkan ia juga sempat menyinggung saat Jokowi dilantik sebagai Presiden pada periode 2014-2019 silam.


Saat itu, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla memenangi Pilpres 2014 dan mengalahkan Prabowo yang saat itu bersama Hatta Rajasa.

"Sya percaya Pak Jokowi nasionalis, karena itu waktu Pak Jokowi dilantik, saya memberi hormat," tegasnya.

Kendati demikian, Prabowo menyayangkan sikap patriotisme dan nasionaisme Jokowi justru tak dibarengi dengan para pendukung Jokowi yang kerap menuding Prabowo tak Pancasilais.

"Apakah Pak Jokowi paham dan mengerti pendukung Pak Jokowi melontarkan tuduhan yang tidak tepat kepada saya, seolah saya membela kilafah," sesalnya.

Soal Pancasila, Prabowo menganggap sudah kenyang. Bahkan berdasarkan lingkungan keluarganya, Pancasila sudah mendarah daging.

"Ibu saya seorang Nasrani, saya lahir dari rahimnya Nasrani.18 tahun saya pertaruhkan untuk Pancasila. Bagaimana saya dituduh mengubah Pancasila? Tapi saya percaya Pak Jokowi tidak merestui itu," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya