Berita

Capres Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Prabowo: Bagaimana Pemerintah Kuat Kalau Ada Jual Beli Jabatan

SABTU, 30 MARET 2019 | 20:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyinggung soal lemahnya pemerintahan saat ini.  Hal tersebut ia sampaikan dalam pemaparan visi misi di debat keempat malam ini.

Menurut Prabowo, pemerintahan Indonesia tak bisa kuat jika tubuh pemerintahnya sendiri terdapat praktik korupsi.

"Lembaga pemerintahan harus kuat, baru program pembangunan bisa dilaksanakan," kata Prabowo dalam debat, Sabtu (30/3).


Bahkan dalam pemaparannya, mantan Danjen Kopassus ini menyinggung soal praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintahan.

Seperti diketahui, belakangan ramai diperbincangkan usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT di beberapa tempat terkait jual beli jabatan.

Menurut Prabowo, Indonesia belum bisa dikatakan kuat jika masih ditemukan kasus-kasus korupsi yang dilakukan pemerintah.

"Tidak mungkin pemerintah kuat kalau ada jual beli jabatan, korupsi, tidak mungkin melaksanakan pembangunan," jelasnya.

"Kami akan membersihkan, kami akan memperbaiki seluruh perbaikan kualitas hidup masyarakat, menghilangkan korupsi di negeri ini," imbuhnya.

Janji tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Prabowo, praktik korupsi saat ini sudah terbilang parah dan harus segera teratasi.

"Kalau penyakit, sudah stadium empat," tandasnya.
 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya