Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pengamat: Indonesia Harus Aktif Dalam Pergaulan Luar Negeri

SABTU, 30 MARET 2019 | 19:07 WIB | LAPORAN:

Debat keempat Calon Presiden (Capres) Jokowi versus Prabowo cukup menarik, terutama isu ideologi dan hubungan internasional. Terkait debat keempat ini, Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie mengingatkan agar pemerintah pro aktif bukan reaktif terkait hubungan internasional.

Saat ini diplomasi kita biasa saja dan agak lemah ketimbang saat eranya Menlu Mochtar Kusumaatmaja. Hal ini ucapnya, perlu ditingkatkan lagi terutama border (perbatasan), maritim sampai politik.

"Pemerintah kita harus aktif jangan pasif. Jangan perkeruh masalah tapi how to solve problems (bagaimana mengatasi masalah). Kalau approaching on the broad (pendekatan luar negeri) lemah maka akan berpengaruh dalam hubungan sebuah negara. Jangan membuat policy yang bertentangan, tapi yang bersahabat. Intinya jangan cari musuh tapi kita cari kawan," ujarnya, Sabtu (30/3).


Jerry mencontohkan di laut, jangan hanya mentok bakar kapal ikan asing, tapi mencari solusi yang terbaik lewat diplomasi.

Terkait ideologi, Jerry menyarankan agar kedua capres tetap konsisten dengan ideologi kita yaitu pancasila. Lantaran ada yang coba-coba mengganti ideologi yang kita anut yakni pancasila dengan paham khilafah.

"Pancasila sudah final saat rapat BPUPKI dimana 68 founding father kita hadir pada 1 maret 1945. Pada tanggal 1 Juni Presiden pertama RI Soekarno membacakan pidatonya. Di dalamnya ada Pancasila dan ini dikenal dengan lahirnya Pancasila. Pada tanggal 22 Juni 1945 ditandatangani Piagam Jakarta. Dan termaktub dalam TAP MPR/XVIII/MPR tahun 1998. Jadi jangan diacak-acak lagi," jelasnya.

Adanya isu politik khilafah kata Jerry, buntutnya fatal. Hal ini berbahaya bagi stabilitas keamanan dalam negeri. Ini bukan ideologi bangsa Indonesia, ini budaya asing. "Menarik jika isu kontroversial ini di dibahas dalam debat. Gak usah bahas topik yang jadul yang tak bermanfaat, tapi realita di lapangan," tutup Jerry.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya