Berita

Direktur Eksekutif Perludem, Titi Angraeni/RMOL

Politik

Serangan Fajar Marak Karena Parpol Biarkan Caleg Menghalalkan Segala Cara

SABTU, 30 MARET 2019 | 14:56 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Belum hilangnya praktik bagi-bagi uang untuk meraup suara alias serangan fajar disebabkan banyak faktor, salah satunya partai politik yang sengaja membiarkan calegnya menghalalkan segala cara.

Begitu pandangan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Angraeni usia diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3).

“Harusnya kan partai politik tidak membiarkan para Calegnya melakukan apapun strategi kampanye, termasuk cara ilegal yang jahat,” kata Titi.


Selain itu, tambah Titi, sistem kaderisasi Parpol yang berbasis ideologi tidak mengakar sehingga dikalahkan dengan orientasi pada kekuasaan. Ditambah pragmatisme dan oportunisme politik yang menempatkan kursi parlemen sebagai motivasi kekuasaan.

“Itu yang kemuidan jadi faktor mengapa serangan fajar dan politik uang menjadi pilihan,” ujarnya.

Dengan demikian, untuk menekan ataupun menghilangkan praktik money politic diperlukan adanya pembenahan secara holistik dengan melakukan reformasi sistem kepartaian.

Salah satu yang ia tekankan adalah melakukan rekrutmen berbasis kaderisasai dan mekanisme demokratis yang diterapkan di internal partai. Hal itu bmakin baik dengan ditopang penegakan hukum yang optimal, dan pendidikan politik kepada warga. 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya