Berita

Tato Djoko Sudiarto/RMOL

Politik

Presiden Baru Harus Kembangkan Potensi Rakyat Di Kancah Internasional

SABTU, 30 MARET 2019 | 00:39 WIB | LAPORAN:

Sebentar lagi rakyat Indonesia akan memilih pemimpin yang baru di Pilpres 2019.

Berbagai harapan terus mengalir untuk perbaikan beragam sektor kehidupan, salah satunya terkait dengan hubungan luar negeri.

Menurut Head of International Relations Program Universitas Paramadina Tato Djoko Sudiarto, baik yang terpilih pasangan Joko Widodo-Maruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pemimpin Indonesia yang baru harus tetap mengembangkan potensi rakyat.


"Harapannya dua orang itu bertarung pada ide yang cerdas, yang solutif. Ide cerdas, ide solutif, ide membangun, ide tentang bagaimana mengembangkan potensi rakyat. Kemudian yang terakhir bagaimana posisi Indonesia tadi," ujarnya Tato dalam Evaluasi Kinerja Diplomasi Pemerintahan Presiden Jokowi di Paramadina Graduate School, Jakarta, Jumat (29/3).

Tato mengatakan, diplomasi yang dipimpin seorang presiden diharapkan tidak meninggalkan pembelaan rakyatnya sendiri. Terlebih populasi Indonesia didominasi anak muda sehingga harus dikembangkan.

"Yang jelas tidak meninggalkan kearifan lokal, tidak meninggalkan pembelaan terhadap rakyat, tidak boleh meninggalkan paradigma bahwa kita terus berkembang. Dan isi dari populasi kita banyak anak mudanya, kerjakan seperti apa mau diarahkan agar posisi kita nantinya dengan bonus demografi kita ambil," paparnya.

Tato juga menilai, sejauh ini politik luar negeri Indonesia sudah berjalan baik. Dan telah berjalan sesuai UUD. Namun harus juga ditekankan bahwa Indonesia tetao melawan penjajahan di atas bumi.

"Selama ini posisi politik luar negeri RI sudah manis. Jadi artinya Indonesia menempatkan dirinya sesuai dengan amanah UUD bahwa kita bebas aktif. Kita tetap membela kepada keterlibatan dunia dan perdamaian dunia, kita tidak pernah membela sama sekali penjajahan di atas bumi ini," jelasnya.

"Tapi dinamika dinamika lain seperti halnya regionalism sekarang terjadi terus kemudian pelemahan pelemahan organisasi-organisasi internasional karena tidak bisa menampung harapan harapan dengan banyak negara mau diapain? mau diperkuat mau ditinggalin mau diapain," lanjut Tato.

Dia menambahkan, posisi Indonesia juga harus melawan posisi-posisi negara yang membela pendudukan Israel atas Tanah Palestina.

"Itu harus dilawan. Bahwa Amerika Serikat memberikan Dataran Tinggi Golan kepada Israel harus kita tetap lawan. Makanya penjajahan manusia kita harus suarakan, kayak Rohingya kita terus suarakan semua," tandas Tato.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya