Berita

Agus Rahardjo/Net

Politik

Berkaca Kasus Bowo, Ketua KPK Dorong Bawaslu Lebih Giat

JUMAT, 29 MARET 2019 | 22:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus kader Golkar Bowo Sidik Pangarso yang diduga mengumpulkan duit dari hasil suap untuk kepentingan pemilu layaknya permukaan gunung es.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menilai tidak menutup kemungkinan hal serupa juga dilakukan oleh politisi lain. Tujuannya agar menang di pemilihan legislatif yang dilakoni.

"Ya kalau saya melihat itu sebagai sinyal jangan-jangan ini juga seperti permukaan gunung es gitu ya. Ternyata semua orang melakukan itu gitu kan, dan kebetulan ini hanya satu yang ketangkep," ujar Agus di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta, Jumat (29/3)


Lebih lanjut, Agus meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk lebih proaktif terhadap potensi pelanggaran yang berbau politik uang menjelang Pemilu 2019. Hal itu selaras dengan temuan KPK dalam kasus Bowo Sidik Pangarso.

"Nah oleh karena itu, saya sangat berharap sama temen-temen Bawaslu ya harus lebih giat lagi memantau. Karena kami semalam temukan amplop yang segitu banyaknya. Oleh karena itu, ini paling tidak juga memberikan kewajiban kepada temen-temen yang sebentar lagi Pemilu akan kita lakukan," tutur Agus.

Dalam kasus ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia untuk biaya angkut yang diterima dengan komitmen fee sebesar 2 dolar AS per metric ton. Bahkan, Bowo Sidik diduga telah menerima sebanyak tujuh kali hadiah maupun dugaan suap dari PT Humpuss.

Adapun, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yang diamankan KPK sebesar Rp 8 miliar. Uang yang sudah dimasukkan dalam 400 ribu amplop dengan pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu tersebut dihimpun oleh Bowo Sidik diduga untuk kepentingan serangan fajar di Pemilu 2019.

Sebanyak tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Di antaranya, Bowo, Indung dan Manager PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti.

Bowo dan Indung sebagai pihak yang diduga penerima disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan atau pasal 128 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPjuncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Asty Winasti sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tlndak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya