Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

RR Ingin Para Capres Paparkan Visi Pembangunan Ekonomi Berkeadilan

JUMAT, 29 MARET 2019 | 16:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia memiliki pengalaman pahit dalam menghadapi ketimpangan. Salah satunya, krisis 1998 yang terjadi karena ada ketimpangan antara bumiputra dengan kelompok bisnis mapan.

Atas alasan itu, ekonom senior DR Rizal Ramli ingin para calon presiden memaparkan kebijakan pro bumiputra yang akan diambil jika memimpin negeri lima tahun ke depan.

“Kami sangat ingin bertanya kepada kedua capres, apakah mereka punya komitmen pada visi pembangunan yang bertumpu kepada pertumbuhan ekonomi dan keadilan (growth with equality), sehingga bermanfaat untuk kemajuan dan kesatuan Indonesia?” tanya RR di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (28/3).


Menurutnya, selama ini kedua capres tidak pernah membahas secara terbuka mengenai ketimpangan antara bumiputra dengan kelompok bisnis yang lebih mapan.

Padahal, jika isu ini dibiarkan, maka bisa berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan mengulang kerusuhan di negeri ini. Seperti kerusuhan di Solo tahun 1980-an, Situbondo, Jawa Timur 1996 dan peristiwa Mei 1998 di Jakarta.

“Pertanyaan mendasar, apakah kita akan terus membiarkan kecemburuan sosial dan ekonomi itu terus berlangsung?” tegas Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu.

Maka dari itu, ketimpangan sosial harus dihapus. Seperti biasa dia mencontohkan kondisi ketimpangan ini dengan gelas anggur yang lebih besar di atas.

Menurutnya, pembangunan jika hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi saja, sering menimbulkan berbagai masalah ekonomi dan sosial di seluruh dunia.

“Penting dan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan (growth with equality) sehingga menciptakan harmoni yang langgeng diantara berbagai latar belakang sosial dan kelompok etnis di Indonesia,” tegasnya lagi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya