Berita

Ketua SBMI, Haryanto/Net

Politik

PEMILU 2019

Ketua SBMI: Jangan Karena Beda Pilihan, Buruh Migran Terpecah Belah

JUMAT, 29 MARET 2019 | 11:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemilu bukan arena peperangan atau momentum memecah persatuan. Silakan beda pilihan tapi jangan sampai bermusuhan.

"Biarkan demokrasi berjalan dengan baik. Jangan memecah belah antar kelompok," kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Haryanto, Jumat (29/3).

Haryanto mengakui pesta demokrasi yang berlangsung kali ini berbeda sekali dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Pemilu kali ini tensinya cukup tinggi. Dia berpesan kepada masyarakat Indonesia khususnya buruh migran agar tetap menjaga silaturrahmi dan menjaga situasi jelang pemilu tetap kondusif.


"Panas boleh tapi jangan memecah belah," ujar Haryanto lagi.

Lebih lanjut, Haryanto menyesalkan jika kalangan buruh migran yang tersebar di banyak negara ikutan terpecah belah hanya gara-gara beda pilihan politik. Jangan karena isu Pilpres posisi buruh migran dipeta-petakan.

"Selain itu, ujaran kebencian sangat tidak kami harapkan. Fokus lah bekerja mencari ekonomi, gunakan hak memilih kalian tapi jangan coba-coba masuk isu yang memecah belah," sebutnya.

Lebih jauh, Haryanto mengapresiasi pemerintahan sekarang dalam penanganan perlindungan TKI yang dinilai cukup baik. Namun, di sisa waktunya kementerian tenaga kerja yang merupakan leading sector bisa bekerja optimal dan tetap memperbaiki tata kelola kebijakan guna mendorong pencegahan secara optimal.

"Pemerintahan Jokowi cukup baik dan kita apresiasi tapi kami dorong di sisa waktu bisa perbaiki tata kelola undang-undangnya. Ini menjadi hal penting perlindungan buruh migran. Kata kuncinya adalah negara hadir," pungkasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya