Berita

Foto:Net

Politik

Tugas Panglima TNI Tumpas Separatis, Bukan Sibuk Urus Pemilu

JUMAT, 29 MARET 2019 | 09:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kalangan DPR semakin geram dengan gerakan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Selain menewaskan warga sipil dan prajurit TNI/Polri, mereka sudah berani memproklamirkan perang terhadap pemerintah Indonesia.

Anggota Komisi I DPR RI Andreas Hugo Pareira mengatakan, kalau Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto masih tidak bereaksi, sebaiknya Presiden Joko Widodo yang selama ini selalu memperhatikan penderitaan prajurit dan rakyat, perlu segera bertindak.

"Mereka (TPNPB-OPM) sudah menewaskan rakyat sipil, prajurit TNI-Polri, bahkan berani merendahkan martabat bangsa. Sudah saatnya Panglima TNI bersikap tegas," ujar politisi PDIP ini, Jumat (29/3).


Selama ini, operasi TNI di Papua melibatkan prajurit terbaik, bahkan korban prajurit adalah prajurit Kopassus yang dilatih secara terus menerus. Sangat disayangkan sumber daya TNI harus dikorbankan. Pada sisi lain, hasil dari misi menghadapi separatis bersenjata yang telah memakan waktu hampir 4 bulan sampai sekarang belum juga membuahkan hasil.

Beberapa sumber menyebutkan, seyogianya Panglima TNI lebih fokus pada upaya penumpasan gerakan separatis bersenjata di Papua. Karena selama ini Panglima TNI hanya disibukkan untuk hal yang berkaitan dengan urusan politik praktis seperti pemilihan bahkan mengkampanyekan agar seluruh masyarakat ikut mencoblos dengan slogan "mencoblos itu keren".

Urusan pencoblosan adalah urusan Pemilu yang merupakan tugas Komisi Pemilihan Umum, bukan urusannya seorang Panglima TNI. Karena kesibukan terhadap politik praktis seperti ini, selain menguras waktu dan pikiran, juga secara aturan merupakan pelanggaran hukum. Sebab, mengurusi pencoblosan tidak termasuk dalam aturan pelibatan TNI dalam tugas OMSP (Operasi Militer Selain Perang).

"Bisa dibayangkan bagaimana jadinya kalau seluruh prajurit TNI termasuk prajurit di Papua disibukkan urusan pencoblosan mengikuti langkah Panglima TNI, lalu siapa yang mengurusi Kelompok Separatis Bersenjata," sebut Andreas.

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) makin berani melawan tim gabungan TNI-Polri, setelah pekan lalu membuat tiga anggota Brimob terluka dan salah satunya gugur. Kelompok yang menamai diri sebagai TPNPB-OPM menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Karena itu, Presiden yang selama ini dinilai sangat memperhatikan penderitaan prajurit dan rakyat Papua, perlu mempertimbangkan sikap Panglima TNI yang cenderung low profile dan kurang tegas. Ditambah lagi, Panglima Kodap II TPNPB-OPM, Ekianus Kogeya menuturkan, penembakan terhadap personil TNI/Polri memang dilakukan kelompoknya dan meminta pemerintah Indonesia mengakui perang mereka.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya