Berita

Hukum

Diakui, Ribuan Amplop Berisi Uang Untuk Nyaleg Bowo Sidik Pangarso

JUMAT, 29 MARET 2019 | 03:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Sebanyak 84 kardus berisi uang senilai Rp 8 miliar yang dikemas dalam 400 ribu amplop yang disita KPK dari tersangka Bowo Sidik Pangarso alias BSP sebelumnya diduga untuk kepentingan serangan fajar pada Pemilu 2019.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara penyidik KPK, amplop tersebut diperuntukkan pencalegan BSP, bukan untuk kepentingan Pilpres 2019.

"Jadi BSP memang menjadi Caleg untuk daerah Jateng II. Untuk sementara, dari hasil pemeriksaan tim kita, beliau (BSP) mengatakan bahwa ini memang dalam rangka logistik pencalonan dia sendiri sebagai anggota DPR untuk mencalonkan kembali," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat jump pers di Media Center KPK, Kuningan Jakarta, Kamis (28/3).


Basaria juga menjelaskan, berdasarkan pengakuan BSP ribuan amplop dengan logo jempol itu tak berkaitan dengan Pilpres, melainkan untuk kepentingan pribadi.

"84 kardus yang tadi apakah benar untuk pengurusan Pilpres? Sama sekali tidak ada. Ini hasil pembicaraan adalah karena untuk kepentingan dia (BSP) akan mencalonkan kembali (sebagai) caleg," kata Basaria.

Dalam perkara yang diduga suap kerja sama pengangkutan bidang pelayaran untuk distribusi pupuk ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Ketiganya adalah Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso alias BSP; pihak swasta Indung, dan Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya