Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Gerindra: Kita Sih Seneng Aja Lembaga Survei Beri Angin Surga Ke Jokowi

KAMIS, 28 MARET 2019 | 18:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Gerindra tidak ambil pusing dengan sejumlah rilis lembaga survei yang memprediksi pasangan Joko Widodo-Maruf Amin menang di Pilpres 2019.

“Biar saja nanti Joko Widodo-Maruf Amin hanya jadi capres dan cawapres terpilih oleh lembaga survei di Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (28/3).

Arief tetap yakin Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang akan menang. Terlebih, antusias publik sangat tinggi dalam sejumlah kampanye yang dihadiri keduanya.


Kemenangan itu, sambungnya, tidak hanya akan mengejutkan pasangan 01, tapi juga menjadikan lembaga survei yang selama ini memenangkan 02 sebagai pecundang.

“Seperti nasib dari 20 lembaga survei yang terbesar termasuk milik televisi nasional, surat kabar terkemuka, dan media online di Amerika Serikat,” terangnya.

Dalam opini yang dikembangkan lembaga survei dan media di AS, calon presiden Hillary Clinton disebut bakal menang di Pilpres 2016 lalu. Nyatanya, justru calon dari Partai Republik, Donald Trump yang menang.

“Hanya satu lembaga, Los Angeles Times bekerjasama dengan USC Tracking, yang secara konsisten menyebutkan keunggulan Trump atas Hillary Clinton,” kata Arief.

Atas alasan itu, di mata Gerinda rilis survei sebatas analisa secara anekdot, bukan karya ilmiah. Sebab, tak jarang survei itu menyepelekan para pendukung Prabowo yang diam dan cenderung menghindari survei.

“Kedua lembaga survei di Indonesia juga tidak tahu kemarahan masyarakat karena daya beli masyarakat secara real makin turun dan makin banyak pengangguran,” tegasnya.

“Jadi kita sih senang senang aja lembaga survei pada memberikan angin surga buat Kang Mas Joko Widodo ya. Wajar wong para pemilik lembaga survei pada diundang ke Istana Negara tahun lalu oleh Kangmas Joko Widodo ya. Jadi wajar aja ya,” pungkasnya.

Teranyar, survei dirilis Centre for Strategic And International Studies (CSIS). Hasilnya, elektabilitas pasangan 01 mencapai 51,4 persen sementara pasangan 02 hanya 33,3 persen.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya