Berita

Foto: Net

Jaya Suprana

Librisida

KAMIS, 28 MARET 2019 | 07:38 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TEMPO.Co 12 Maret 2019 memberitakan bahwa Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris berharap Presiden Joko Widodo memberhentikan jabatan Laksana Tri Handoko sebagai Kepala LIPI.

Digitalisasi

Sikap itu ia tunjukkan setelah kebijakan digitalisasi buku yang dicetuskan Laksana Handoko berujung pada pemusnahan ribuan buku, termasuk disertasi dan tesis koleksi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII).  


Sebelumnya, Syamsuddin bersama peneliti LIPI lainnya sudah mengadukan kasus ini ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kantor Staf Presiden, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan pihak terkait lainnya.   

Syamsuddin menyebut pemusnahan buku itu terkait rencana digitalisasi. Tapi buku, disertasi dan tesis sebanyak dua truk sudah dimusnahkan sebelum digitalisasi dilakukan. Ia menuturkan, pemusnahan ribuan buku itu dilakukan pada awal Februari 2019.

Dibantah

Namun LIPI membantah. Sejumlah cuitan melalui akun twitter resmi @lipiindonesia menjelaskan perkara pemusnahan tersebut telah disalahartikan.

Sebenarnya LIPI sedang meningkatkan kualitas pendokumentasian informasi ilmiah maka melakukan proses weeding atau penyiangan koleksi yang dianggap sudah tidak relevan dengan kebutuhan zaman serta secara fisik sudah rusak parah.

Harapan

Berita tentang peristiwa pemusnahan buku alias librisida yang terjadi pada abad XXI oleh sebuah lembaga ilmu pengetahuan negara beradab seperti Indonesia terkesan too bad to be true maka sulit dipercaya.

Saya mengharapkan berita tersebut sekedar tentang kesalahanpahaman internal LIPI yang InsyaAllah dapat diselesaikan secara internal pula. Juga saya mengharapkan proses weeding tidak berujung pada pemusnahan namun penyumbangsihan buku-buku kepada Perpustakaan Nasional dan/atau para perpustakaan swasta yang siap menerimanya.

Saya yakin bahwa bukan hanya terbatas kaum librofiliak alias pencinta buku namun juga masyarakat luas yang sadar betapa penting makna buku bagi peradaban pasti prihatin apabila buku-buku yang isinya dapat dipertanggungjawabkan tidak melanggar hukum yang berlaku, dimusnahkan seperti yang pernah dilakukan oleh rezim Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler atau seperti yang dikisahkan oleh Ray Bradbury secara mengerikan di dalam dystopia fiksi ilmiah berjudul “Fahrenheit 451.”

Penulis adalah pencinta buku tidak setuju librisia



Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya