Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Gambaran Ekonomi Jokowi Dan Prabowo Di Mata Rizal Ramli

RABU, 27 MARET 2019 | 21:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kebijakan makro ekonomi yang akan diambil calon presiden Joko Widodo saat terpilih tidak akan jauh berbeda dengan lima tahun masa pemerintahaannya.

Utang besar dengan bunga tinggi yang menjadi andalan tidak akan mampu membuat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia signifikan.

Begitu prediksi ekonom senior DR Rizal Ramli atas gambaran ekonomi lima tahun ke depan jika Jokowi menang. Prediksi itu disampaikan saat dirinya berbincang santai dengan para wartawan di kawasan Malioboro, Rabu (27/3).


“Pertanyaannya, bakal berubah tidak Pak Jokowi kalau terpilih bulan April. Saya khawatir tak berubah karena strateginya begitu-begitu saja. Kalau strateginya begitu-begitu saja ekonomi tidak tumbuh lebih dari 5 persen dan tiga tahun terakhir terlihat bahwa resiko makro ekonomi semakin tinggi,” terangnya.

Namun demikian, Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu menilai Jokowi masih akan meneruskan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi andalannya.

“Prestasi menonjol bidang infrastruktur, dia all out dalam bidang itu. Dia berkomitmen dalam bidang tersebut,” sambung dia.

Rizal Ramli kemudian membandingkan dengan apa yang akan dilakukan andai calon presiden Prabowo Subianto yang terpilih. Prabowo, kata RR telah berkomitmen untuk menurunkan tarif listrik yang selama ini dirasa membebani rakyat.

“Dalam waktu 100 hari akan turunkan tarif listrik untuk 450 hingga 900 Voltampere untuk golongan menengah ke bawah. Saat ini, orang bayar listrik Rp 700 hingga 900 ribu dari dulu Rp 300 hingga 400 ribu, dengan kata lain itu memberikan Rp 600 ribu ke kantong rakyat,” terangnya.

Ketua umum Gerindra itu, sambung RR, juga akan melakukan perubahan regulasi sistem impor dalam 100 hari pertama memimpin negeri. Menurut RR, strategi Prabowo itu akan mampu mengangkat perekonomian bangsa secara signifikan karena meningkatkan daya beli masyarakat.

“Dia bilang juga 100 hari akan turunkan harga pangan dengan ubah sistem kartel impor. Semua orang boleh impor tapi bayar 30 persen, negara untung. Ini kebijakan yang Pak Widodo tak berani lakukan,” terang dia.

Kebijakan yang menaikkan daya beli masyarakat, kata RR, juga pernah dilakukan di era Gus Dur. Salah satunya adalah menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga 125 persen.

“Ketika daya beli naik maka ekonomi akan meningkat,” ungkapnya lagi.

Lebih lanjut, mantan Menko Kemaritiman itu menyoroti komitmen Prabowo yang ingin membangun satu juta rumah subsidi. Selama ini, Jokowi hanya mampu membangun 320 ribu per tahun.

“Ketika ini akan dinaikkan, bagaimana caranya akan dijelaskan tapi kalau benar lapangan kerja langsung atau tak langsung akan tambah 3,5 juta. Waktu saya Menko Gusdur yang saya lakukan restruktur bunga kita potong akhirnya real estate tumbuh lagi, ekonomi cepat naik. Jadi kalau dibangun perumahan 1 juta unit otomatis lapangan pekerjaan semakin besar dan kenaikan ekonomi tambah 1 persen lagi,” sambungnya.

Rizal Ramli yakin Prabowo merupakan pria yang komitmen dalam menunaikan janji. Prabowo, sambungnya, bukan seorang pembohong yang sebatas memberi janji palsu untuk menang.

“Rencana itu besar kemungkinan akan terlaksana dan terjadi,” tegasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya