Berita

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/RMOL

Politik

AHY: Ancaman Wiranto Enggak Pas

RABU, 27 MARET 2019 | 20:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menko Polhukam, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, mengungkap rencana pemerintah menjerat pelaku ajakan "golongan putih" alias golput dengan hukum pidana.

Namun, ancaman itu dianggap tidak pantas oleh Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Menurut AHY, golput harus diatasi dengan persuasif.

"Ada sesuatu yang enggak pas di sini. Bagaimana negara bisa menjamin, bisa mengkampanyekan tidak golput?" ujar AHY di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/3).


Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, itu berpendapat bahwa golput atau sikap politik tidak menggunakan hak pilih dalam Pemilu merupakan hak individual.

Ketika kecenderungan golput meluas belakangan ini, yang perlu dilakukan semua pihak adalah membangun pesan positif bahwa hak pilih harus digunakan dengan baik pada Pemilu.

"Bagaimana membuat narasi besar bangsa ini supaya orang peduli dengan pemilu dan menggunakan suaranya," saran AHY.

Tadi siang usai menghadiri rapat koordinasi nasional bidang kewaspadaan dalam rangka pemantapan penyelenggara Pemilu di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Wiranto menyebut potensi golput juga bisa digolongkan sebagai masalah menjelang hari pencoblosan.

Menurutnya, warga yang mengajak warga lain untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu dapat dikategorikan sebagai pengacau pemilu dan bisa dijerat hukum.

“Itu kan namanya mengancam hak dan kewajiban orang lain, dan undang-undang yang mengancam (pelaku) itu. Kalau UU terorisme enggak bisa, UU lain masih bisa. Ada UU ITE bisa UU KUHP juga bisa,” ujar Wiranto.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya