Berita

Foto:Net

Politik

Pengungsi Bangladesh Cemburu Dengan Keramahan Dan Keamanan Indonesia

RABU, 27 MARET 2019 | 09:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kultur masyarakat Indonesia yang ramah dan saling menghormati antar sesama menjadikan para pengungsi muslim asal Rohingya, Pakistan dan Bangladesh merasa bersyukur saat sementara menetap di Indonesia.

Demikian diungkapkan perwakilan komunitas pengungsi Bangladesh, Muhammad Fazlul Karim di sela-sela pengajian bulanan Majelis Dzikir Darussalam Wathoniyah, Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/3) kemarin.

"Saya bersyukur dapat merasakan kembali keselamatan, keamanan dan kemudahan dalam hal ekonomi," ujar dia.


Selain bersyukur, pria yang kerap disapa Haji Karim itu menyebutkan pihaknya juga merasa iri dan cemburu, sebab negara asalnya dalam hal politik, tidak sama seperti yang terlaksana di Indonesia.

"Hal tersebut sulit dilakukan di negeri kami yang cenderung tidak memiliki stabilitas politik, keamanan dan ekonomi. Pemilu dan politik di Bangladesh sering berakhir dengan kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusuhan, sehingga membuat saya trauma. Bahkan keluarga saya banyak meninggal akibat kerusuhan politik," tuturnya.

Karim juga menyebut perekonomian Indonesia relatif stabil. Hal ini ditunjukkan melalui harga barang-barang yang cenderung terjaga, serta pengangguran yang jumlahnya tak signifikan. Keadaan itu pula yang tak dirasakan Karim dan masyarakat Bangladesh lainnya, sehingga mereka terpaksa meninggalkan negara di Asia Selatan tersebut.

"Kesulitan-kesulitan yang ada ditambah kesulitan ekonomi telah memaksa para pengungsi Bangladesh untuk meninggalkan negara asal kami untuk mencari kehidupan dan masa depan yang lebih baik untuk diri sendiri dan keluarga," katanya.

Karenanya Karim meminta rakyat Indonesia bersyukur atas seluruh keadaan yang lebih baik dibanding negaranya. Sebagai wujud terima kasih, Karim dan komunitasnya bersedia membantu menjaga kondusifitas di Indonesia bersama aparat keamanan di manapun mereka tinggal.

"Rakyat Indonesia khususnya umat Islam harus bersyukur telah diberikan rahmat berupa pemimpin dan pemerintahan yang sangat baik dalam memperlakukan warga negaranya, serta sangat profesional mengatur perekonomian, serta pemerintah kuat dan mampu menjaga stabilitas keamanan negara," tutupnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya