Berita

Febri Diansyah/Net

Politik

Soal Jual Beli Jabatan Kemenag, KPK Bakal Panggil Pihak-Pihak Yang Relevan

SELASA, 26 MARET 2019 | 22:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil pihak-pihak yang relevan dengan dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Termasuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Khusus Menag, penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di Kantor Kemenag. Dalam penggeledahan itu, KPK menyita duit senilai Rp 180 juta dan 30 ribu dolar AS dari laci Menteri Lukman.

"Nanti jika sudah tepat jadwalnya dan dibutuhkan dalam proses penyidikan, akan kami panggil pihak-pihak yang relevan dengan pokok perkara ini," ujar Jurubicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Selasa (26/3).


Febri menegaskan bahwa pihaknya masih terus menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain, selain tersangka dalam perkara ini. Termasuk jika ditemukan bukti kuat adanya sejumlah pejabat tinggi lain di Kemenag akan juga digarap oleh KPK.

"Saat ini, kami dalami dulu dua posisi yakni Kepala Kanwil Jatim dan Kepala Kanwil Gresik. Kalaupun nanti ditemukan misalnya dari posisi-posisi yang lain pasti akan kami telusuri juga sepanjang fakta-fakta dan datanya ada," demikian Febri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan sedikitnya tiga orang tersangka yakni kader PPP Romahurmuziy alias Romi, Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi, dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romi yang bertindak sebagai penerima suap dijerat dengan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara Muafaq dan Haris selaku pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya