Berita

Presiden Venezuela Nicolas Maduro/Net

Dunia

30 Miliar Dolar AS Aset Pemerintah Venezuela "Dicuri" Oposisi

SELASA, 26 MARET 2019 | 16:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak lebih dari 30 miliar dolar AS aset milik Venezuela dialihkan secara ilegal dalam dua bulan terakhir. Begitu kata Menteri Komunikasi Venezuela Jorge Rodriguez awal pekan ini.
 
Dia menuduh Amerika Serikat Amerika Serikat berada di belakang operasi tersebut.
 
Lebih lanjut Rodriguez menjelaskan, sekitar 1 miliar dolar AS aset nasional Venezuela di bank internasional dicuri dan dipindahkan ke rekening pribadi para pemimpin oposisi.
 

 
Dia menyebut, uang itu dimaksudkan untuk membiayai sel-sel teroris melawan negara.
 
"Mereka terpaksa mencuri aset-aset yang dimiliki Venezuela di berbagai bank. Uang ini sedang disita atas permintaan pemerintahan Trump," jelasnya seperti dimuat Russia Today.
 
"Lebih dari 30 miliar dolar AS telah dicuri dalam beberapa bulan terakhir," tambah Rodriguez.
 
Dia menambahkan, skema itu diduga dikoordinasikan oleh pemimpin oposisi yang didukung Amerika Serikat dan memproklamirkan diri sebagai "presiden sementara" Juan Guaido, serta pembantu utamanya, Leopoldo Lopez, dan Roberto Marrero yang baru-baru ini ditahan.
 
Rodriguez menambahkan, dari informasi yang dikumpulkan dari ponsel Marrero menunjukkan bahwa pengacara Venezuela Juan Planchart menerima sebagian dari uang yang dicuri.
 
Amerika Serikat diketahui memperketat sanksi dan tekanan ekonomi pada pemerintah Maduro dan secara terbuka menyerukan perubahan rezim, sambil menjanjikan dukungan kepada Guaido.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya