Berita

Zeng Wei Jian/Net

Politik

Politik Bukan Kita

SENIN, 25 MARET 2019 | 12:50 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

BOS Pabrik Polling Denny JA salah lagi. Konten esai "Putih Adalah Kita" cacat fakta. Misalnya, Denny JA menyatakan "Isaac Newton mengembangkan teori soal warna".

Yang benar, Sir Isaac Newton bereksperimen dengan cahaya. Dia bukan pelukis. Tapi scientist. Eksperimennya menghasilkan "corpuscular theory of light" dan disebut "Newton’s Opticks".

Denny JA menulis "putih" adalah hasil ketika semua warna bercampur. "Hitam" itu warna ketika semua warna tidak hadir satupun.


Yang benar adalah ketika Sir Isaac Newton membiaskan (refracted) "Cahaya Putih" dengan sebuah prisma bening maka muncul berbagai spektrum cahaya warna-warni. Ada tujuh spektrum cahaya; the spectrum red, orange, yellow, green, blue, indigo dan violet.

Satu spektrum cahaya menghasilkan satu warna. Pink, purple, magenta dihasilkan dari proses mixing multiple wavelengths.

Jadi salah total bila mengatakan "Warna Putih" adalah hasil mixture banyak warna. Justru bila semua warna dicampur, maka "Warna Hitam" adalah hasilnya.

Dengan kata lain, "Warna Hitam" adalah kombinasi semua warna dengan proporsi seimbang. Jadi entah ilmu apa yang dimaksud Denny JA saat menulis, "Apalagi berdasarkan ilmu, warna putih itu kombinasi semua warna".

Dari "Cahaya Putih" semua fragmentasi terbentuk. Perpecahan warna direfraksi dari White Light.

Mirip kondisi sekarang. Semua fragmentasi dan primordialisme kelompok masyarakat menguat setelah Jokowi-Ahok berkuasa. Ethno-religius, liberal, syiah, Lia Eden, fanatik-dungu-ebong, hedonis, leftist, dan sebagainya.

"Bhineka Tunggal Ika" identik dengan warna hitam. Ketika semua warna manunggal menjadi satu warna.

Jika klaim Denny JA benar seputar 80 persen pemilih minoritas mendukung Paslon Ko-Ruf No 1 maka itu sukses program injected islamophobia.

Jika fragmentasi diteruskan, Persatuan Indonesia dalam bahaya. The Divided Society merusak harmoni. Sudah semestinya Indonesia punya presiden baru. Mayoritas mengayomi dan minoritas tau diri.

Penulis merupakan kolumnis, aktivis Komunitas Tionghoa Antikorupsi


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya